Hadiri Tradisi Panjang Jimat, LaNyalla Disematkan Pin Kasultanan Kanoman Cirebon
Rabu, 20 Oktober 2021 - 11:43 WIB
loading...
A
A
A
Sholawat nabi selalu dikumandangkan dalam mengiringi pawai. Para abdi dalem terlihat membawa 'nasi jimat'. Di dalam masjid dilakukan prosesi pembacaan Maulid Barzanji oleh Penghulu Kesultanan Kanoman. Baca: Puluhan Pejabat Eselon II Pemkab Simalungun Bakal 'Dilengserkan' Melalui Uji Kompetensi.
Panjang Jimat, menurut Ratu Arimbi, pada dasarnya mengacu pada 'nasi jimat', Ini adalah nasi spesial, karena dikupas satu persatu dari gabah menjadi beras sambil melantunkan shalawat Nabi SAW.
Setelah menjadi beras kemudian dicuci atau dipususi di Sumur Bandung, dengan tetap melantunkan shalawat. Proses mengupas gabah dan mengolahnya menjadi 'nasi jimat' dilakukan abdi dalem perempuan yang suci dengan menjaga wudhu. Baca Juga: Maling Keterlaluan! Curi Puluhan Paket COD Milik Kurir yang Sedang Salat Dhuha di Masjid.
Panjang Jimat juga memberi makna bahwa malam itu sebagai malam keutamaan dan agung, malam yang bersejarah, malam dimana dilahirkannya manusia suci yang kelak memberi syafa’at kepada umat manusia.
Panjang Jimat, menurut Ratu Arimbi, pada dasarnya mengacu pada 'nasi jimat', Ini adalah nasi spesial, karena dikupas satu persatu dari gabah menjadi beras sambil melantunkan shalawat Nabi SAW.
Setelah menjadi beras kemudian dicuci atau dipususi di Sumur Bandung, dengan tetap melantunkan shalawat. Proses mengupas gabah dan mengolahnya menjadi 'nasi jimat' dilakukan abdi dalem perempuan yang suci dengan menjaga wudhu. Baca Juga: Maling Keterlaluan! Curi Puluhan Paket COD Milik Kurir yang Sedang Salat Dhuha di Masjid.
Panjang Jimat juga memberi makna bahwa malam itu sebagai malam keutamaan dan agung, malam yang bersejarah, malam dimana dilahirkannya manusia suci yang kelak memberi syafa’at kepada umat manusia.
(nag)
Lihat Juga :