Pemkab Wajo Raih Penghargaan Proklim dari KLHK Dua Kali Berturut-turut
Selasa, 19 Oktober 2021 - 16:29 WIB
loading...
Bupati Wajo, Amran Mahmud bersama jajarannya usai mengikuti seremoni penyerahan penghargaan Proklim dari Kementerian LHK. Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Pemerintah Kabupaten Wajo kembali mendapat penghargaan nasional. Kali ini, penghargaan datang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, atas Program Kampung Iklim (Proklim) Kategori Utama tahun 2021.
Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan, hanya 54 kabupaten/kota se-Indonesia yang menerima penghargaan Proklim Utama 2021. Dari 54 itu hanya ada enam kabupaten/kota yang berasal dari Sulawesi Selatan, salah satunya Kabupaten Wajo.
Baca juga:Pemkab Wajo dan Perum Bulog Teken MoU Pengadaan Beras ASN
Penghargaan kategori utama ini terbagi dua, yaitu Trophy Proklim Utama artinya mendapatkan trophy dan sertifikat dan insentif, kedua Sertifikat Proklim Utama yang hanya mendapatkan sertifikat saja. Selain itu, Kabupaten Wajo juga dinobatkan sebagai penerima apresiasi Pembinaan Proklim Tahun 2021.
Kabupaten Wajo dinilai aktif dalam mendukung dan mengembangkan Proklim sebagai bentuk kontribusi nyata para pihak dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Untuk tahun 2021, hanya 31 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan atau apresiasi ini.
"Ini adalah bentuk kepedulian Pemkab Wajo dalam pengendalian perubahan iklim dan kepedulian itu terasa sangat istimewa dengan adanya pengbargaan yang didapatkan," ujar Bupati Wajo, Amran Mahmud, Selasa (19/10).
Menurut Amran, Proklim bertujuan untuk melakukan mitigasi dan adaptasi pada perubahan iklim, sehingga nantinya diharapkan masyarakat mampu dan tangguh menghadapi perubahan iklim secara ekonomi dan pelestarian hidup.
Baca juga:Kabupaten Wajo Dapat Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Keberhasilan daerah meraih penghargaan ini kata dia tidak lepas dari peran aktif stakeholder terkait, utamanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta seluruh masyarakat yang telah melakukan upaya-upaya pengendalian iklim dalam menciptakan kegiatan mitigasi dan adaptasi.
"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Dinas Lingkungan Hidup serta semua pihak yang telah berkontribusi untuk pencapaian penghargaan ini. Semoga tetap bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya," harapnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan utama, yang lebih penting adalah aplikasinya.
Baca juga:Pemkab Wajo Raih Opini WTP Enam Kali Berturut-turut
Meski demikian, dia berharap penghargaan tersebut bisa menjadi momentum serta memotivasi masyarakat atau desa dalam upaya pencegahan pemanasan global dan emisi gas rumah kaca.
"Saya berharap, penghargaan ini bisa terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya pemanasan secara global dan emisi gas rumah kaca,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Wajo, Andi Muh. Baso Iqbal mengatakan, tahun ini Wajo meraih penghargaan Proklim Kategori Utama. Di mana titik lokus tahun ini adalah Kelurahan Talotenreng Kecamatan Sabbangparu.
Untuk meraih penghargaan ini, menurut Kadis tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi melalui perjalanan dan persyaratan yang ketat dan panjang. Pasalnya harus mengusulkan satu lokasi Proklim yang dibina kemudian diusulkan ke pusat untuk diverifikasi dengan persyaratan yang cukup ketat.
Baca juga:Buka Pelatihan Kewirausahaan, Bupati Wajo Harap Motivasi PesertaMeningkat
“Ini perjuangan yang luar biasa atas usaha maupun kerja keras masyarakat Kelurahan Talotenreng dan semua pihak terkait sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Wajo di tingkat nasional," terangnya
Sekadar diketahui, tahun 2020, Kabupaten Wajo juga mendapat penghargaan Proklim dengan titik lokus Desa Makmur Kecamatan Penrang. Penghargaan Proklim diberikan bagi daerah yang memiliki inisiatif, dedikasi dan diwujudkan dalam upaya secara nyata dalam pengendalian perubahan iklim.
Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan, hanya 54 kabupaten/kota se-Indonesia yang menerima penghargaan Proklim Utama 2021. Dari 54 itu hanya ada enam kabupaten/kota yang berasal dari Sulawesi Selatan, salah satunya Kabupaten Wajo.
Baca juga:Pemkab Wajo dan Perum Bulog Teken MoU Pengadaan Beras ASN
Penghargaan kategori utama ini terbagi dua, yaitu Trophy Proklim Utama artinya mendapatkan trophy dan sertifikat dan insentif, kedua Sertifikat Proklim Utama yang hanya mendapatkan sertifikat saja. Selain itu, Kabupaten Wajo juga dinobatkan sebagai penerima apresiasi Pembinaan Proklim Tahun 2021.
Kabupaten Wajo dinilai aktif dalam mendukung dan mengembangkan Proklim sebagai bentuk kontribusi nyata para pihak dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Untuk tahun 2021, hanya 31 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan atau apresiasi ini.
"Ini adalah bentuk kepedulian Pemkab Wajo dalam pengendalian perubahan iklim dan kepedulian itu terasa sangat istimewa dengan adanya pengbargaan yang didapatkan," ujar Bupati Wajo, Amran Mahmud, Selasa (19/10).
Menurut Amran, Proklim bertujuan untuk melakukan mitigasi dan adaptasi pada perubahan iklim, sehingga nantinya diharapkan masyarakat mampu dan tangguh menghadapi perubahan iklim secara ekonomi dan pelestarian hidup.
Baca juga:Kabupaten Wajo Dapat Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Keberhasilan daerah meraih penghargaan ini kata dia tidak lepas dari peran aktif stakeholder terkait, utamanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta seluruh masyarakat yang telah melakukan upaya-upaya pengendalian iklim dalam menciptakan kegiatan mitigasi dan adaptasi.
"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Dinas Lingkungan Hidup serta semua pihak yang telah berkontribusi untuk pencapaian penghargaan ini. Semoga tetap bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya," harapnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan utama, yang lebih penting adalah aplikasinya.
Baca juga:Pemkab Wajo Raih Opini WTP Enam Kali Berturut-turut
Meski demikian, dia berharap penghargaan tersebut bisa menjadi momentum serta memotivasi masyarakat atau desa dalam upaya pencegahan pemanasan global dan emisi gas rumah kaca.
"Saya berharap, penghargaan ini bisa terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya pemanasan secara global dan emisi gas rumah kaca,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Wajo, Andi Muh. Baso Iqbal mengatakan, tahun ini Wajo meraih penghargaan Proklim Kategori Utama. Di mana titik lokus tahun ini adalah Kelurahan Talotenreng Kecamatan Sabbangparu.
Untuk meraih penghargaan ini, menurut Kadis tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi melalui perjalanan dan persyaratan yang ketat dan panjang. Pasalnya harus mengusulkan satu lokasi Proklim yang dibina kemudian diusulkan ke pusat untuk diverifikasi dengan persyaratan yang cukup ketat.
Baca juga:Buka Pelatihan Kewirausahaan, Bupati Wajo Harap Motivasi PesertaMeningkat
“Ini perjuangan yang luar biasa atas usaha maupun kerja keras masyarakat Kelurahan Talotenreng dan semua pihak terkait sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Wajo di tingkat nasional," terangnya
Sekadar diketahui, tahun 2020, Kabupaten Wajo juga mendapat penghargaan Proklim dengan titik lokus Desa Makmur Kecamatan Penrang. Penghargaan Proklim diberikan bagi daerah yang memiliki inisiatif, dedikasi dan diwujudkan dalam upaya secara nyata dalam pengendalian perubahan iklim.
(luq)
Lihat Juga :