Hasil Tes Swab di Kedungdoro Molor, Wawali Surabaya Jadi Korban
Rabu, 03 Juni 2020 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Rasa terkejut WS tidak sampai disitu. Sebab, dari 15 warga yang mulanya dinyatakan negatif corona, ternyata diralat oleh pihak Puskesmas Kedungdoro, setelah kunjungan WS. Lima di antara warga tersebut kembali dinyatakan positif.
"Iya ini saya akan melaporkan kepada Bu Wali. Kenapa Dinkes bisa kecolongan. Memulangkan warganya yang masih berstatus positif," katanya, saat dikonfirmasi via ponsel, Rabu (3/6/2020).
WS menyatakan laporan temuan dilapangan menyoal fasilitas pendampingan tenaga medis, maupun data yang diralat sudah disampaikan via telpon kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Alumnus ITS Surabaya ini sekaligus meminta izin kepada Risma untuk menjalani karantina mandiri. "Iya sekaligus (Meminta izin). Saya juga akan menyampaikan kepada Bu Wali agar berhati-hati dan menjaga kesehatan," terang WS.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini menyatakan, dirinya akan menjalani karantina mandiri. "Insyallah tidak ada apa-apa. Karantina itu hal biasa. Ini resiko ketika turun menguatkan warga di perkampungan. Mendengar apa perkembangan maupun kekurangan kami di Pemerintah Kota. Mohon doanya," terang WS.
Terpisah, Ketua RT 4 RW 8 Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Malik resah atas kabar diralatnya data warga tersebut. Ia mengaku sejak pemulangan belasan warganya, pihak Dinkes Kota Surabaya, sudah menyatakan negatif COVID-19.
"Tapi hasil tes swab tidak segera diumumkan. Warga ditelepon satu-persatu di kamar dikatakan siap-siap untuk pulang. Ternyata seperti ini, kami harus percaya kepada siapa?," ujar Malik.
Ia bersama seluruh warga kampung sudah terlanjur bahagia mendengar informasi pemulangan tersebut. "Kalau begini Saya selaku RT dibuat bingung dan sedih. Saat ini upaya menenangkan warga tengah dilakukan," ungkap Malik.
"Iya ini saya akan melaporkan kepada Bu Wali. Kenapa Dinkes bisa kecolongan. Memulangkan warganya yang masih berstatus positif," katanya, saat dikonfirmasi via ponsel, Rabu (3/6/2020).
WS menyatakan laporan temuan dilapangan menyoal fasilitas pendampingan tenaga medis, maupun data yang diralat sudah disampaikan via telpon kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Alumnus ITS Surabaya ini sekaligus meminta izin kepada Risma untuk menjalani karantina mandiri. "Iya sekaligus (Meminta izin). Saya juga akan menyampaikan kepada Bu Wali agar berhati-hati dan menjaga kesehatan," terang WS.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini menyatakan, dirinya akan menjalani karantina mandiri. "Insyallah tidak ada apa-apa. Karantina itu hal biasa. Ini resiko ketika turun menguatkan warga di perkampungan. Mendengar apa perkembangan maupun kekurangan kami di Pemerintah Kota. Mohon doanya," terang WS.
Terpisah, Ketua RT 4 RW 8 Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Malik resah atas kabar diralatnya data warga tersebut. Ia mengaku sejak pemulangan belasan warganya, pihak Dinkes Kota Surabaya, sudah menyatakan negatif COVID-19.
"Tapi hasil tes swab tidak segera diumumkan. Warga ditelepon satu-persatu di kamar dikatakan siap-siap untuk pulang. Ternyata seperti ini, kami harus percaya kepada siapa?," ujar Malik.
Ia bersama seluruh warga kampung sudah terlanjur bahagia mendengar informasi pemulangan tersebut. "Kalau begini Saya selaku RT dibuat bingung dan sedih. Saat ini upaya menenangkan warga tengah dilakukan," ungkap Malik.
Lihat Juga :