Pelabuhan dan Pertanian Jantung Ekonomi Penentu Kejayaan Kerajaan Pajajaran
Minggu, 17 Oktober 2021 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Diceritakan, Pelabuhan Malaka sendiri dibuka seratus tahun sebelum Malaka dikuasai Portugis. Hal ini sebagaimana diutarakan pengarang Portugis bernama Tome Pires, yang pernah tinggal di Malaka dari tahun 1512 Masehi hingga 1515 Masehi. Baca: Tak Bisa Tunjukkan Bukti Vaksin, 19 Pengunjung Kafe Dites Swab Petugas.
Namun, Pelabuhan Malaka sebenarnya belum ditemukan sebelum abad 13 Masehi. Hal ini dibuktikan dengan catatan Ibnu Batuta yang melakukan pelayaran ke barat semenanjung, tetapi menyisir pantai timur Sumatera. Ibnu Batuta sama sekali tidak menyebut adanya kota Pelabuhan Malaka di pantai barat semenanjung. Tentu boleh dipastikan bahwa dalam abad ke-13 hingga 14, kota Pelabuhan Malaka belum dikenal dan belum ada.
Dikisahkan Slamet Muljana, pembangunan Pelabuhan Malaka dilakukan oleh Parameswara, raja pelarian dari Tumasik Singapura, karena takut serangan balasan dari Raja Pahang, yang datang ke Tumasik dengan armadanya untuk membalaskan kematian saudaranya, yang dibunuh oleh Paresmawara. Baca Juga: Kelaparan, Kawanan Kera Liar Serbu Permukiman Warga di Kota Padang.
Pelarian yang dilakoni Paresmawara yakni menyingkir ke Muar, masih berupa desa kecil di pantai barat semenanjung, dan masih menjadi sarang jago atau orang yang pekerjaan sehari-harinya adalah meminta uang ke masyarakat. Di Malaka itulah, dalam waktu singkat Paresmawara menjadi orang yang berkuasa.
Namun, Pelabuhan Malaka sebenarnya belum ditemukan sebelum abad 13 Masehi. Hal ini dibuktikan dengan catatan Ibnu Batuta yang melakukan pelayaran ke barat semenanjung, tetapi menyisir pantai timur Sumatera. Ibnu Batuta sama sekali tidak menyebut adanya kota Pelabuhan Malaka di pantai barat semenanjung. Tentu boleh dipastikan bahwa dalam abad ke-13 hingga 14, kota Pelabuhan Malaka belum dikenal dan belum ada.
Dikisahkan Slamet Muljana, pembangunan Pelabuhan Malaka dilakukan oleh Parameswara, raja pelarian dari Tumasik Singapura, karena takut serangan balasan dari Raja Pahang, yang datang ke Tumasik dengan armadanya untuk membalaskan kematian saudaranya, yang dibunuh oleh Paresmawara. Baca Juga: Kelaparan, Kawanan Kera Liar Serbu Permukiman Warga di Kota Padang.
Pelarian yang dilakoni Paresmawara yakni menyingkir ke Muar, masih berupa desa kecil di pantai barat semenanjung, dan masih menjadi sarang jago atau orang yang pekerjaan sehari-harinya adalah meminta uang ke masyarakat. Di Malaka itulah, dalam waktu singkat Paresmawara menjadi orang yang berkuasa.
(nag)
Lihat Juga :