Calon Siswa Batal Mendaftar, Ijazah Ditahan Pihak Sekolah
Rabu, 03 Juni 2020 - 12:44 WIB
loading...
Orang tua murid mendatangi sekolah SMK Taruna Kradenan, Grobogan untuk mencabut berkas pendaftaran tapi ditolak. FOTO/iNews/RUSTAMAN NUSANTARA
A
A
A
GROBOGAN - SMK Taruna Kradenan, Grobogan menahan ijazah dan Kartu Keluarga (KK) calon siswa yang mengundurkan diri dari penerimaan peserta didik baru (PPDB) . Alasannya, calon siswa tersebut belum melunasi biaya pendaftaran sebesar Rp2 juta.
Hal ini dialami Purwanto, warga Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus, Grobogan , Rabu (3/6/2020). Dia datang ke sekolah dengan maksud mencabut berkas pendaftaran yang sudah dimasukkan beberapa pekan lalu. Purwanto juga membawa seragam anaknya, Claudia Sindi Armanisa, untuk dikembalikan ke sekolah.
Menurut Purwanto, dia ingin mencabut pendaftaran di SMK Taruna Kradenan karena akan memindahkan ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah. "Agar bisa memantau sewaktu-waktu," kata Purwanto.(Baca juga: Kemendikbud Dorong PPDB 2020 Secara Online )
Purwanto mengaku bingung dengan kebijakan sekolah yang tidak memberikan ijazah anaknya dengan alasan belum melunasi biaya pendaftaran. Padahal tahun ajaran 2020 belum sepenuhnya dimulai. Aktivitas belajar mengajar belum dimulai, baru pada Juli 2020.
"Anak saya pun belum memulai menikmati pendidikan di SMK Taruna," kata sopir truk ini yang merasa terbebani jika harus melunasi biaya pendaftaran sebesar Rp2 juta.
Hal ini dialami Purwanto, warga Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus, Grobogan , Rabu (3/6/2020). Dia datang ke sekolah dengan maksud mencabut berkas pendaftaran yang sudah dimasukkan beberapa pekan lalu. Purwanto juga membawa seragam anaknya, Claudia Sindi Armanisa, untuk dikembalikan ke sekolah.
Menurut Purwanto, dia ingin mencabut pendaftaran di SMK Taruna Kradenan karena akan memindahkan ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah. "Agar bisa memantau sewaktu-waktu," kata Purwanto.(Baca juga: Kemendikbud Dorong PPDB 2020 Secara Online )
Purwanto mengaku bingung dengan kebijakan sekolah yang tidak memberikan ijazah anaknya dengan alasan belum melunasi biaya pendaftaran. Padahal tahun ajaran 2020 belum sepenuhnya dimulai. Aktivitas belajar mengajar belum dimulai, baru pada Juli 2020.
"Anak saya pun belum memulai menikmati pendidikan di SMK Taruna," kata sopir truk ini yang merasa terbebani jika harus melunasi biaya pendaftaran sebesar Rp2 juta.
Lihat Juga :