Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Akses Jalan di Lembang Ditutup, Pedagang Mengeluh Pendapatan Anjlok

loading...
Akses Jalan di Lembang Ditutup, Pedagang Mengeluh Pendapatan Anjlok
Pemasangan pembatas di Jalan Kiwi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dikeluhkan oleh warga dan juga pedagang kali lima (PKL) yang biasa berjualan di wilayah tersebut. SINDOnews/Adi
BANDUNG BARAT - Pemasangan pembatas di Jalan Kiwi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dikeluhkan oleh warga dan juga pedagang kali lima (PKL) yang biasa berjualan di wilayah tersebut.

Penutupan jalan yang lokasinya berada di sebelah selatan Pasar Panorama Lembang ini sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Tujuan awalnya untuk mencegah pengguna jalan khususnya kendaraan roda dua menerobos melawan arus.

"Gara-gara jalan ditutup, pendapatan para pedagang anjlok, konsumen enggak ada. Konsumen malas berbelanja kalau harus memutar jalan," kata Ketua PKL Jalan Kiwi, Darma, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya bukan hanya pedagang, masyarakat juga dibuat kesal dengan penutupan akses jalan. Pasalnya selain merupakan akses penghubung, tidak sedikit masyarakat yang bekerja pergi dan pulang melalui jalan tersebut yang harus memutar lebih jauh.



Para pedagang dan masyarakat sekitar telah menyampaikan keluhan penutupan jalan ini kepada Dinas Perhubungan dan pihak terkait lainnya. Selain itu, mereka juga membuat surat pernyataan berisi permintaan agar pembatas jalan segera dibuka lagi seperti sebelumnya.

Dia menyebutkan, jumlah PKL yang berjualan di Jalan Kiwi ada sekitar 50 pedagang dan lebih dari setengahnya terkena dampak penutupan jalan. Imbas dari berkurangnya pembeli sangat dirasakan para pedagang buah-buahan dan makanan olahan karena menjadi basi. Baca: Digusur Pemilik Tanah, Nenek dan Cucu di Sidrap Terpaksa Tinggal di Gudang Tua.

"Perwakilan pedagang dan masyarakat sudah menandatangani surat keberatan dengan adanya penutupan jalan itu. Suratnya sudah disampaikan ke kecamatan, Koramil dan Polsek," ujar pedagang roti bakar ini.

Hal senada disampaikan pedagang buah-buahan, Udin. Banyak dagangannya yang terpaksa dibuang lantaran busuk karena tidak ada pembeli. Dalam sehari, ia bisa kehilangan omset hingga Rp1 juta dibanding sebelum diberlakukan penutupan jalan. Baca Juga: Demi Tiket Penutupan PON XX Papua, Ribuan Warga Jayapura Antre hingga Dini Hari.

"Banyak buah-buahan jadi busuk seperti jeruk, pepaya atau mangga, akhirnya dibuang. Ya pengennya jalan dinormalkan lagi kaya dulu," kata dia.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top