Ada Perbedaan Data, Vaksinasi COVID-19 di Lembang Dinilai Masih Minim
Rabu, 13 Oktober 2021 - 22:13 WIB
loading...
Vaksinasi COVID-19 di Lembang, Bandung Barat, dinilai masih minim.Foto/ilustrasi
A
A
A
LEMBANG - Vaksinasi COVID-19 di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi catatan karena dianggap masih rendah. Padahal wilayah Lembang menjadi salah satu kecamatan di KBB yang jumlah penduduknya paling banyak sehingga target vaksinasinya juga terbanyak.
Camat Lembang Herman Permadi mengakui jika berdasarkan rapat koordinasi terakhir yang dihadirinya, vaksinasi di Lembang menjadi sorotan karena dianggap masih minim. Penyebanya karena ada disparitas dan perbedaan data dari yang tercatat di kecamatan dengan data vaksinasi di pusat.
Baca juga: 908 Warga Bandung Barat Alami Gangguan Kejiwaan Selama Pandemi COVID-19
"Ada perbedaan data yang membuat seolah-olah data vaksinasi di Kecamatan Lembang masih rendah. Makanya kami sedang mengumpulkan ulang data hasil vaksinasi yang selama ini telah dilakukan," tuturnya, Rabu (13/10/2021).
Dia menyebutkan, banyak serbuan vaksinasi COVID-19 yang telah dilakukan di Lembang. Seperti di puskesmas, rumah sakit, desa, di Sesko AU, tempat-tempat wisata, dan area publik lainnya, baik yang dilakukan oleh Dinkes, Kemenparekraf, TNI dan Polri. Hanya saja ternyata data vaksinasi yang masuk mengacu kepada nomor induk kependudukan.
Camat Lembang Herman Permadi mengakui jika berdasarkan rapat koordinasi terakhir yang dihadirinya, vaksinasi di Lembang menjadi sorotan karena dianggap masih minim. Penyebanya karena ada disparitas dan perbedaan data dari yang tercatat di kecamatan dengan data vaksinasi di pusat.
Baca juga: 908 Warga Bandung Barat Alami Gangguan Kejiwaan Selama Pandemi COVID-19
"Ada perbedaan data yang membuat seolah-olah data vaksinasi di Kecamatan Lembang masih rendah. Makanya kami sedang mengumpulkan ulang data hasil vaksinasi yang selama ini telah dilakukan," tuturnya, Rabu (13/10/2021).
Dia menyebutkan, banyak serbuan vaksinasi COVID-19 yang telah dilakukan di Lembang. Seperti di puskesmas, rumah sakit, desa, di Sesko AU, tempat-tempat wisata, dan area publik lainnya, baik yang dilakukan oleh Dinkes, Kemenparekraf, TNI dan Polri. Hanya saja ternyata data vaksinasi yang masuk mengacu kepada nomor induk kependudukan.
Lihat Juga :