Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ada Perbedaan Data, Vaksinasi COVID-19 di Lembang Dinilai Masih Minim

loading...
Ada Perbedaan Data, Vaksinasi COVID-19 di Lembang Dinilai Masih Minim
Vaksinasi COVID-19 di Lembang, Bandung Barat, dinilai masih minim.Foto/ilustrasi
LEMBANG - Vaksinasi COVID-19 di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi catatan karena dianggap masih rendah. Padahal wilayah Lembang menjadi salah satu kecamatan di KBB yang jumlah penduduknya paling banyak sehingga target vaksinasinya juga terbanyak.

Camat Lembang Herman Permadi mengakui jika berdasarkan rapat koordinasi terakhir yang dihadirinya, vaksinasi di Lembang menjadi sorotan karena dianggap masih minim. Penyebanya karena ada disparitas dan perbedaan data dari yang tercatat di kecamatan dengan data vaksinasi di pusat.

Baca juga: 908 Warga Bandung Barat Alami Gangguan Kejiwaan Selama Pandemi COVID-19

"Ada perbedaan data yang membuat seolah-olah data vaksinasi di Kecamatan Lembang masih rendah. Makanya kami sedang mengumpulkan ulang data hasil vaksinasi yang selama ini telah dilakukan," tuturnya, Rabu (13/10/2021).



Dia menyebutkan, banyak serbuan vaksinasi COVID-19 yang telah dilakukan di Lembang. Seperti di puskesmas, rumah sakit, desa, di Sesko AU, tempat-tempat wisata, dan area publik lainnya, baik yang dilakukan oleh Dinkes, Kemenparekraf, TNI dan Polri. Hanya saja ternyata data vaksinasi yang masuk mengacu kepada nomor induk kependudukan.

"Jadi misalnya ada warga luar Kecamatan Lembang atau luar KBB yang vaksinasi di Lembang, maka dia akan tercatat di daerah asal. Itulah yang menyebabkan angka vaksinasi di Lembang masih minim," terangnya.

Untuk itu pihaknya akan mempercepat proses vaksinasi ke masyarakat di semua desa yang ada di Lembang. Salah satunya dengan mendatangi langsung target sasaran ke pelosok-pelosok supaya lebih cepat. Termasuk menginventarisir warga yang belum divaksin sehingga bisa langsung disasar oleh petugas yang mobile ke berbagai tempat.

"Kita sekarang intensifkan door to door datang ke warga yang menjadi target sasaran vaksinasi. Ada tenaga kesehatan yang mobile setiap harinya, selain dengan menggelar serbuan vaksin di area publik," imbuhnya.

Terpisah Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mencanangkan program percepatan vaksinasi COVID-19 dengan target bisa terealisasi 100% di bulan November kepada seluruh target sasaran wajib vaksin sebanyak 1.396.176 warga di KBB. "Kami ingin semua pihak termasuk camat mendukung program mencapai 100% vaksinasi di bulan depan," ujarnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top