Menekraf Riefky Ingin Jatim Bangun Kolaborasi Jadi Bisa Tingkatkan Ekraf
Rabu, 30 April 2025 - 14:12 WIB
loading...
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya memberikan pengarahan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Timur (Jatim). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya memberikan pengarahan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Hotel Shangri-La, Surabaya, Selasa (29/4/2025). Dia menekankan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari daerah.
"Jawa Timur menjadi lokasi prioritas sesuai RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025-2029, dengan penguatan kelembagaan sebagai fokus utama pengembangan ekonomi kreatif,” kata Teuku Riefky.
“Strategi pengembangan ini akan diimplementasikan melalui dua tahap yaitu penggabungan nomenklatur ekonomi kreatif dalam dinas yang sudah ada sebagai langkah jangka pendek, serta pembentukan dinas ekonomi kreatif yang mandiri sebagai target jangka panjang," sambungnya.
Baca juga: Menekraf Teuku Riefky Temui Menko Airlangga Bahas Ekraf
Pemaparannya itu disampaikan di hadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Sedangkan dari pemerintah pusat turut hadir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Dalam sambutannya, Menekraf Riefky juga menyambut baik antusiasme pemerintah daerah di Jatim untuk mendirikan Dinas Ekonomi Kreatif di mana beberapa kabupaten sudah berkonsultasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Riefky mengungkapkan salah satu contoh Kabupaten Gresik yang sudah membentuk Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga atau Dinas Parekrafpora.
Kemudian untuk tingkat provinsi, Jawa Timur yang telah menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan ternama seperti King's College London dalam pengembangan ekonomi digital. Menurutnya, potensi ruang kreatif di Jawa Timur sangat besar dengan 11 ruang kreatif yang tersebar di seluruh provinsi, termasuk Creative Hub Banyuwangi dan Malang Creative Centre yang menjadi pusat inkubasi dan pengembangan kreativitas.
"Jawa Timur menjadi lokasi prioritas sesuai RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025-2029, dengan penguatan kelembagaan sebagai fokus utama pengembangan ekonomi kreatif,” kata Teuku Riefky.
“Strategi pengembangan ini akan diimplementasikan melalui dua tahap yaitu penggabungan nomenklatur ekonomi kreatif dalam dinas yang sudah ada sebagai langkah jangka pendek, serta pembentukan dinas ekonomi kreatif yang mandiri sebagai target jangka panjang," sambungnya.
Baca juga: Menekraf Teuku Riefky Temui Menko Airlangga Bahas Ekraf
Pemaparannya itu disampaikan di hadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Sedangkan dari pemerintah pusat turut hadir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Dalam sambutannya, Menekraf Riefky juga menyambut baik antusiasme pemerintah daerah di Jatim untuk mendirikan Dinas Ekonomi Kreatif di mana beberapa kabupaten sudah berkonsultasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Riefky mengungkapkan salah satu contoh Kabupaten Gresik yang sudah membentuk Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga atau Dinas Parekrafpora.
Kemudian untuk tingkat provinsi, Jawa Timur yang telah menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan ternama seperti King's College London dalam pengembangan ekonomi digital. Menurutnya, potensi ruang kreatif di Jawa Timur sangat besar dengan 11 ruang kreatif yang tersebar di seluruh provinsi, termasuk Creative Hub Banyuwangi dan Malang Creative Centre yang menjadi pusat inkubasi dan pengembangan kreativitas.
Lihat Juga :