Polisi Pukul Mundur Massa yang Hadang Eksekusi Lahan Sengketa di Maros
Rabu, 13 Oktober 2021 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya terlibat adu mulut dengan petugas, meski sudah kalah dalam sengketadi pengadilan, namun pihak tereksekusi tetap mempertahankan lahan mereka dengan cara memblokade jalan masuk ke lokasi eksekusi menggunakan pagar seng.
Baca juga: Miris Pria Bali Hajar Anak Kandung dengan Mainan Pedang-pedangan hingga Tewas
Namun upaya mereka sia-sia saat petugas kepolisian bersenjata lengkap langsung memblokade pihak kalah dalam sengketa agar tidak menghalangi petugas saat melakukan eksekusi, kemudian pagar seng yang menghalangi jalan petugas langsung dibongkar tanpa ada perlawanan dari pihak kalah.
Syamsuddin, keluarga tergugat mengatakan, yang dipermasalahkan adalah salah objek. “Yang kami protes disini adalah salah objek pengadilan itu. Ada perlawanan tapi dari PN mengatakan bahwa mereka menjalankan perintah negara,” katanya.
Dia menegaskan, eksekusi yang dilakukan oleh PN Maros salah lokasi. “Dari PN ada menjalankan putusan, tapi kami ada sertifikat, karena itu kami akan berusaha melakukan upaya hukum agar ini bisa kembali peradilankan,” tandasnya.
Diketahui, kasus sengketa lahan seluas1,5 hektare ini terjadi sejak tahun 2018 lalu yang bergulir di PN Maros, Sulawesi Selatan, dan dimenangkan oleh pihak pemohon, Daeng Sikki.
Baca juga: Miris Pria Bali Hajar Anak Kandung dengan Mainan Pedang-pedangan hingga Tewas
Namun upaya mereka sia-sia saat petugas kepolisian bersenjata lengkap langsung memblokade pihak kalah dalam sengketa agar tidak menghalangi petugas saat melakukan eksekusi, kemudian pagar seng yang menghalangi jalan petugas langsung dibongkar tanpa ada perlawanan dari pihak kalah.
Syamsuddin, keluarga tergugat mengatakan, yang dipermasalahkan adalah salah objek. “Yang kami protes disini adalah salah objek pengadilan itu. Ada perlawanan tapi dari PN mengatakan bahwa mereka menjalankan perintah negara,” katanya.
Dia menegaskan, eksekusi yang dilakukan oleh PN Maros salah lokasi. “Dari PN ada menjalankan putusan, tapi kami ada sertifikat, karena itu kami akan berusaha melakukan upaya hukum agar ini bisa kembali peradilankan,” tandasnya.
Diketahui, kasus sengketa lahan seluas1,5 hektare ini terjadi sejak tahun 2018 lalu yang bergulir di PN Maros, Sulawesi Selatan, dan dimenangkan oleh pihak pemohon, Daeng Sikki.
Lihat Juga :