Belajar dengan Gembira di Sanggar Bocah Jawa
Rabu, 13 Oktober 2021 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Seusai sesi dongeng, anak-anak Sanggar Bocah Jawa diajar membaca dan menulis aksara Jawa. Dua orang mahasiswa Bagas dan Sekar mengajar mereka dengan sabar. Dua remaja itu berbagi tugas mengajar sesuai tingkat kemampuan anak-anak itu.
Sehabis belajar membaca dan menulis aksara Jawa anak-anak itu bermain permainan tradisional di halaman sanggar yang cukup luas. Mereka bermain grobak sodor, betengan, dan bercok. Saat ini, permainan seperti itu jarang dilakukan anak-anak di kampung, apalagi di perkotaan.
Untuk sekadar mengobati haus anak-anak, Sanggar Bocah Jawa menyediakan minuman dan makanan kecil untuk mereka.
Saat ditemui wartawan, Riyanta mengungkapkan Sanggar Bocah Jawa didirikannya pada tahun 2008. Saat itu dirinya menggandeng dua mahasiswa Sastra Daerah UNS adik tingkatnya, Supriyanto dan Sumarsono.
Menurut mantan wartawan senior di sebuah media ternama di Solo itu, setelah kegiatan berjalan, sanggar juga didukung oleh Retno Wulandari yang saat ini menjadi General Manager The Sunan Hotel Solo. 'Mbak Retno turut aktif mendongeng sejak awal sanggar ini berdiri,"katanya.
"Anak-anak di Sanggar Bocah Jawa tidak dipungut biaya, jadi gratis. Untuk sekadar alat tulis dan makanan kecil sekadarnya kami sendiri yang mencukupi. Untuk jumlah anak didik dari waktu ke waktu berbeda-beda. Pernah lebih dari 30 anak, saat ini sekitar 15 sampai 25 anak," ujar Riyanta. Baca: Perempuan Muda Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel di Surabaya.
Sehabis belajar membaca dan menulis aksara Jawa anak-anak itu bermain permainan tradisional di halaman sanggar yang cukup luas. Mereka bermain grobak sodor, betengan, dan bercok. Saat ini, permainan seperti itu jarang dilakukan anak-anak di kampung, apalagi di perkotaan.
Untuk sekadar mengobati haus anak-anak, Sanggar Bocah Jawa menyediakan minuman dan makanan kecil untuk mereka.
Saat ditemui wartawan, Riyanta mengungkapkan Sanggar Bocah Jawa didirikannya pada tahun 2008. Saat itu dirinya menggandeng dua mahasiswa Sastra Daerah UNS adik tingkatnya, Supriyanto dan Sumarsono.
Menurut mantan wartawan senior di sebuah media ternama di Solo itu, setelah kegiatan berjalan, sanggar juga didukung oleh Retno Wulandari yang saat ini menjadi General Manager The Sunan Hotel Solo. 'Mbak Retno turut aktif mendongeng sejak awal sanggar ini berdiri,"katanya.
"Anak-anak di Sanggar Bocah Jawa tidak dipungut biaya, jadi gratis. Untuk sekadar alat tulis dan makanan kecil sekadarnya kami sendiri yang mencukupi. Untuk jumlah anak didik dari waktu ke waktu berbeda-beda. Pernah lebih dari 30 anak, saat ini sekitar 15 sampai 25 anak," ujar Riyanta. Baca: Perempuan Muda Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel di Surabaya.
Lihat Juga :