Emak emak Minta Pasukan Brimob Ditarik dari Lokasi Waduk Lambo

Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:15 WIB
loading...
Emak emak Minta Pasukan...
Sejumlah emakemak ditemani anak-anak masih tetap berjaga di pintu masuk lahan rencana pembangunan Waduk Lambo. Mereka menolak pembangunan tersebut. Foto: iNewsTV/Joni Nura
A A A
NAGEKEO - Sejumlah emak-emak warga Adat Lambo meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menarik aparat polisi, brimob dan petugas pengukur tanah dari lokasi Waduk Lambo . Saat ini, warga resah dan tegas menolak pembangunan waduk.

Aksi emak-emak dan warga adat di Dusun Malapoma Desa Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa, Kabupanten Nagekeo, di pintu masuk ke lokasi waduk nyaris ricuh.

Emak emak Minta Pasukan Brimob Ditarik dari Lokasi Waduk Lambo

Baca juga: Aksi Emak-emak Hadang Aparat Bikin Kaget Pasukan Brimob Bersenjata Lengkap

Emak-emak meminta agar presiden segera menarik aparat yang ada di lokasi karena warga mulai diteror oleh aparat yang datang ke lokasi.

Aksi adu mulut antara polisi dan warga terjadi, aparat pun menyerobot masuk ke lokasi waduk dengan melompat pagar dan tanpa izin dari pemilik lahan.

Tak puas dengan perilaku aparat polisi warga pun mengejar petugas di lokasi dan mengusir aparat agar keluar dari lokasi tersebut.

Baca juga: Ibu-ibu Teriak Histeris di Jalan, Hadang Petugas Pengukuran Lahan Waduk Lambo

“Kami tetap menjaga tanah ulayat kami, mereka lewat jalan pintas lewat hutan, tidak melalui pintu masuk. Ada polisi yang mengobrol dengan kita, ternyata tim surveinya ada yang masuk lewat hutan,” kata seorang perempuan adat, Hermina Mawa.
Dia menyebutkan, masayarakat adat yang menolak pembangunan waduk lambo berasal dari masayarakat adat Rendo, Lora dan Lambo

Dia menyatakan warga tetap menolak waduk lambo dan meminta agar Presiden Jokowi menarik semua aparat yang ada di lokasi karena warga resah dengan hadirnya aparat di lokasi tersebut.

Baca juga: Asyik Pesta Sabu di Kamar Kos, Wanita Cantik Bersama Kekasihnya Diringkus Polisi

“Kami minta segera tarik semua aparat brimob, polisi dan tim survei itu, kami tidak mau tanah kami ditenggelamkan,” tegasnya.

Para emak-emak ini pun tetap bertahan di pintu masuk dengan duduk di tanah, sebagai ungkapan protes terhadap rencana pembangunan waduk lambo. Hingga saat ini warga masih duduk di pintu masuk lokasi waduk.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oknum Brimob yang Aniaya...
Oknum Brimob yang Aniaya Pelajar hingga Tewas Terancam 15 Tahun Penjara
Oknum Brimob yang Aniaya...
Oknum Brimob yang Aniaya Pelajar hingga Tewas di Tual Dipecat
Remaja Tewas Dianiaya...
Remaja Tewas Dianiaya Oknum Aparat, Dody Toisuta: Perlu Ada Evaluasi Mental Anggota Polri
Kesaksian Pedagang saat...
Kesaksian Pedagang saat Amuk Massa di TMP Kalibata yang Nyaris Terpanggang dalam Ruko
Kisah Pilu Anggota Brimob,...
Kisah Pilu Anggota Brimob, Temukan Jenazah Lansia di Sibolga Ternyata Ibu Sendiri
Amarah Jenderal Brimob...
Amarah Jenderal Brimob saat Mengetahui Karier Anggotanya Terhambat
Penghadangan Kapal Bantuan...
Penghadangan Kapal Bantuan Gaza Sebagai Pembajakan Filantropi Global, PFI Desak Pemerintah Bertindak
TPF LN HAM Dalami Unsur...
TPF LN HAM Dalami Unsur Sistematis Kericuhan Unjuk Rasa Agustus 2025
KPAI Minta Penyebab...
KPAI Minta Penyebab Kematian Siswa yang Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Maluku Diungkap
Rekomendasi
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Berita Terkini
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved