Sambangi Gubernur Khofifah di Grahadi, Dubes Arab Saudi Bahas Kemudahan Umrah
Selasa, 12 Oktober 2021 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Gempa Bermagnitudo 3,9 Mengguncang Laut Selatan, Getarannya Terasa Sampai Garut
Sementara itu, Khofifah menyambut baik kedatangan rombongan Dubes Arab Saudi ke Jatim. Terutama terkait konfirmasi terkait akan dibukanya kembali ibadah umrah. Kabar terkait pembukaan ibadah umrah bagi warga Indonesia ini sangat disambut antusias, khususnya bagi warga Jatim.
"Harapan untuk dibukanya ibadah umrah dan haji itu sangat tinggi. Kemarin saya ke Magetan, dan hari ini ke Blitar, banyak yang menanyakan dan juga berterima kasih terkait rencana dibolehkannya kembali ibadah umrah dan haji," kata Khofifah.
Baca juga: Babak Baru Sidang Pencemaran Lingkungan PT Greenfields, Warga Gugat Rp24,2 Miliar
Dia menambahkan, Essam menyampaikan kalau di Arab Saudi menggunakan vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Jhonson & Jhonson. "Saya bilang Jatim ini banyak AstraZeneca. Hampir 1,5 juta masyarakat Jawa Timur sudah menggunakan vaksin ini ketika provinsi lain belum menggunakan. Jadi beliau sampaikan spesifik sinovac juga sudah disetjui WHO, jadi tidak masalah, tapi Kemenkes Saudi akan dikoordinasikan dengan Kemenkes RI," terangnya.
Sementara itu, Khofifah menyambut baik kedatangan rombongan Dubes Arab Saudi ke Jatim. Terutama terkait konfirmasi terkait akan dibukanya kembali ibadah umrah. Kabar terkait pembukaan ibadah umrah bagi warga Indonesia ini sangat disambut antusias, khususnya bagi warga Jatim.
"Harapan untuk dibukanya ibadah umrah dan haji itu sangat tinggi. Kemarin saya ke Magetan, dan hari ini ke Blitar, banyak yang menanyakan dan juga berterima kasih terkait rencana dibolehkannya kembali ibadah umrah dan haji," kata Khofifah.
Baca juga: Babak Baru Sidang Pencemaran Lingkungan PT Greenfields, Warga Gugat Rp24,2 Miliar
Dia menambahkan, Essam menyampaikan kalau di Arab Saudi menggunakan vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Jhonson & Jhonson. "Saya bilang Jatim ini banyak AstraZeneca. Hampir 1,5 juta masyarakat Jawa Timur sudah menggunakan vaksin ini ketika provinsi lain belum menggunakan. Jadi beliau sampaikan spesifik sinovac juga sudah disetjui WHO, jadi tidak masalah, tapi Kemenkes Saudi akan dikoordinasikan dengan Kemenkes RI," terangnya.
(eyt)
Lihat Juga :