Gelar Juara Umum PON Papua di Depan Mata, Ridwan Kamil Ungkap Pembinaan Atlet Jabar
Selasa, 12 Oktober 2021 - 05:40 WIB
loading...
A
A
A
"Setelah disaring dari pekan olahraga pelajar itu, kita punya PPLP. Jadi anak-anaknya ditarik ke sekolah khusus yang memprioritaskan kesehariannya dalam olahraga sambil dia disetarakan pendidikan formalnya," tutur Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu.
Kang Emil mencontohkan peraih perunggu angkat besi Olimpiade Tokyo, Windy Cantika yang juga merupakan jebolan PPLP.
"Dia lulusan PPLP kita. Jadi, PPLP yang membuat akhirnya Windy menang. Pertama kali olimpiade dia menang medali perunggu, sekarang pertama kali PON dia menang medali emas, usianya masih 19 tahun. Jadi urutannya gitu," jelasnya.
Tak hanya kompetisi usia dini, kompetisi olahraga pun melebarkan sayap ke beberapa event olahraga antardaerah, seperti Pekan Olahraga Pegawai Negeri Sipil, Pekan Olahraga Pesantren, hingga Pekan Olahraga Daerah. Baca: Terpeleset di Jembatan, Bocah Perempuan Hilang Terseret Arus Sungai.
Di sisi lain, tambah Kang Emil, Jabar punya tradisi kuat olahraga ilmiah dengan kehadiran jurusan olahraga di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hal itu, kata Kang Emil, menjadi modal utama dalam pengembangan olahraga secara ilmiah (sport science).
"Jadi, keunggulan Jawa Barat di masa depan adalah sport sciene. Menggunakan keilmuwan untuk memperbaiki performa fisik," sebut Kang Emil. Baca Juga: Terpuruk hingga Tutup Akibat Pandemi, Restoran Rindu Alam Bakal Dihidupkan Lagi.
Terakhir, Kang Emil juga mendesain agar masyarakat senang bergerak dan olahraga. Oleh karena itu, melalui akun media sosialnya, dia rajin mengajak berolahraga. "Makanya kalau postingan saya olahraga bagian dari kampanye mengolahrgakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga," pungkasnya.
Kang Emil mencontohkan peraih perunggu angkat besi Olimpiade Tokyo, Windy Cantika yang juga merupakan jebolan PPLP.
"Dia lulusan PPLP kita. Jadi, PPLP yang membuat akhirnya Windy menang. Pertama kali olimpiade dia menang medali perunggu, sekarang pertama kali PON dia menang medali emas, usianya masih 19 tahun. Jadi urutannya gitu," jelasnya.
Tak hanya kompetisi usia dini, kompetisi olahraga pun melebarkan sayap ke beberapa event olahraga antardaerah, seperti Pekan Olahraga Pegawai Negeri Sipil, Pekan Olahraga Pesantren, hingga Pekan Olahraga Daerah. Baca: Terpeleset di Jembatan, Bocah Perempuan Hilang Terseret Arus Sungai.
Di sisi lain, tambah Kang Emil, Jabar punya tradisi kuat olahraga ilmiah dengan kehadiran jurusan olahraga di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hal itu, kata Kang Emil, menjadi modal utama dalam pengembangan olahraga secara ilmiah (sport science).
"Jadi, keunggulan Jawa Barat di masa depan adalah sport sciene. Menggunakan keilmuwan untuk memperbaiki performa fisik," sebut Kang Emil. Baca Juga: Terpuruk hingga Tutup Akibat Pandemi, Restoran Rindu Alam Bakal Dihidupkan Lagi.
Terakhir, Kang Emil juga mendesain agar masyarakat senang bergerak dan olahraga. Oleh karena itu, melalui akun media sosialnya, dia rajin mengajak berolahraga. "Makanya kalau postingan saya olahraga bagian dari kampanye mengolahrgakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :