Anggota Dewan Minta Polisi Tidak Kaku Tuntaskan Korupsi Bantuan COVID-19
Selasa, 02 Juni 2020 - 23:39 WIB
loading...
A
A
A
Kasus ini sempat dibahas serius oleh DPRD dengan melakukan pertemuan dengan TAPD, Gugus Tugas COVID-19, termasuk Dinsos Bulukumba. Dalam pertemuan itu, Kepala Dinsos Bulukumba mengklarifikasi, bahwa memang ada perubahan RKA yang dilakukan pihaknya.
Seperti misalnya beras, yang awalnya direncanakan sebanyak 15 kg untuk 5.000 KK, batal dilakukan karena pemerintah melalui Ketahanan Pangan dan juga Bulog, memiliki stok beras yang bisa didistribusi ke masyarakat.
Hanya saja, beras yang didistribusikan berubah menjadi 3 kg, namun dengan penambahan jumlah penerima menjadi 6.500 KK. Penambahan item juga dilakukan, seperti gula gasir yang sebelumnya tidak masuk, ditambahkan sebanyak 2 liter per KK.
"Saya percaya dengan bupati dan Kadis Sosial terhadap sasaran bansos untuk masyarakat miskin. Tapi saya meragukan data yang ada, karena saat ini sudah banyak riak karena bantuan tidak tepat sasaran," jelas Bakti.
Kapolres Bulukumba , AKBP Gany Alamsyah Hatta mengatakan, dari total anggaran Rp1,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bulukumba, pihaknya menemukan kerugian negara kurang lebih Rp400 juta.
”Ada niatan dalam pelaksanaan kegiatan di Dinsos Bulukumba yang memanfaatkan hal tersebut, sehingga negara berpotensi mengalami kerugian Rp 400 lebih, dari anggaran sebesar Rp 1,9 miliar,” kata Gany.
Baca juga: Komisi D DPRD Bulukumba Minta Dinsos Perhatikan Kesejahteraan Tagana
Seperti misalnya beras, yang awalnya direncanakan sebanyak 15 kg untuk 5.000 KK, batal dilakukan karena pemerintah melalui Ketahanan Pangan dan juga Bulog, memiliki stok beras yang bisa didistribusi ke masyarakat.
Hanya saja, beras yang didistribusikan berubah menjadi 3 kg, namun dengan penambahan jumlah penerima menjadi 6.500 KK. Penambahan item juga dilakukan, seperti gula gasir yang sebelumnya tidak masuk, ditambahkan sebanyak 2 liter per KK.
"Saya percaya dengan bupati dan Kadis Sosial terhadap sasaran bansos untuk masyarakat miskin. Tapi saya meragukan data yang ada, karena saat ini sudah banyak riak karena bantuan tidak tepat sasaran," jelas Bakti.
Kapolres Bulukumba , AKBP Gany Alamsyah Hatta mengatakan, dari total anggaran Rp1,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bulukumba, pihaknya menemukan kerugian negara kurang lebih Rp400 juta.
”Ada niatan dalam pelaksanaan kegiatan di Dinsos Bulukumba yang memanfaatkan hal tersebut, sehingga negara berpotensi mengalami kerugian Rp 400 lebih, dari anggaran sebesar Rp 1,9 miliar,” kata Gany.
Baca juga: Komisi D DPRD Bulukumba Minta Dinsos Perhatikan Kesejahteraan Tagana
Lihat Juga :