Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Dikenal Angker, Rusunawa Adiarsa Karawang Ternyata Bekas Kamar Mayat RSUD

loading...
Dikenal Angker, Rusunawa Adiarsa Karawang Ternyata Bekas Kamar Mayat RSUD
Rusunawa Adiarsa di Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Karawang sepi dengan penghuni karena dikenal horor dan angker. Foto/MPI/Nilakusuma
KARAWANG - Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Adiarsa di Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang sepi dengan penghuni. Pasalnya, bangunan 4 lantai dengan 80 kamar itu dikenal angker sehingga banyak yang tidak mau menyewa, meski harga sewa dipatok murah.

Harga sewa perbulan hanya Rp200 ribu per bulan di lantai bawah. Sedangkan untuk lantai atas hanya Rp135 ribu per bulannya. Namun meski harga murah tetap saja Rusunawa kurang peminat.

Baca juga: 5 Tempat Angker di Bali Bikin Merinding, Berani ke Sini?

Plt Kepala Dinas Cipta Karya, Dedi Ahdiat mengatakan Rusunawa Adiarsa memang sudah lama sepi peminat. Bahkan sejak bangunan itu selesai dibangun tahun 2005 lalu. Sepi peminat dengan alasan bangunan tersebut angker karena bekas kamar mayat RSUD Karawang.



"Banyak yang bilang Rusunawa Adiarsa horor sehingga banyak yang tidak mau menyewa meski harga sewa sudah sangat murah. Sekarang saja dari 80 kamar yang terisi hanya 24 kamar dilantai 1 sampai lantai 3. Sedangkan lantai 4 sudah lama kosong," kata Dedi, Senin (11/10/21).

Menurut Dedi, Rusunawa Adiarsa memang bekas kamar mayat milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang. Karena lokasinya sempit, RSUD akhirnya dipindah ke tempat baru di Galuh Mas. Sementara lokasi yang lama dijadikan Rusunawa.

Baca juga: Bertapa di Sungai, Pensiunan Tentara Ditemukan Tewas Mengapung

"Tak heran jika dibilang angker dan tidak ada yang mau menempatinya, karena dulunya gedung ini bekas ruangan mayat RSUD" katanya.

Salah seorang warga setempat, Junaedi (70) menceritakan Rusunawa memang dikenal angker. Banyak cerita seram dari bangunan bekas kamar mayat itu. Kejadian terakhir yang didengarnya terjadi pada tahun 2010. Waktu itu Karawang mengalami banjir yang mengharuskan rusun tersebut dijadikan sebagai tempat pengungsian penduduk.

Pada saat itulah kejadian yang menyeramkan terjadi. Banyak para pengungsi yang mengalami kesurupan secara tiba-tiba.



"Selain banyaknya orang yang kesurupan, ada juga orang yang pernah melihat sosok penampakan seorang perempuan menggunakan gaun merah dan menggendong anak berjalan-jalan disekitar rusun tersebut," katanya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top