Finalis Duta Anti Narkoba Maros Tampilkan Bakat di Wisata Bantimurung
Minggu, 10 Oktober 2021 - 21:18 WIB
loading...
Finalis Duta Anti Narkoba Maros menunjukkan bakatnya di depan pengunjung objek Wisata Bantimurung, Minggu (10/10). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Sebanyak 28 finalis Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros tampil menunjukkan bakatnya di depan para pengunjung Wisata Alam Bantimurung. Kegiatan ini merupakan rangkaian ajang pemilihan Duta Anti Narkoba Maros angkatan V.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang digagas Gerakan Nasioanal Anti Narkotika (Granat) bersama Ikatan Duta Anti Narkoba (Ikanara) Maros itu, sengaja dilaksanakan di areal wisata, untuk memperluas kampanye anti narkoba ke masyarakat.
Baca juga: Ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros Kembali Digelar Tahun Ini
Ketua Panita pemilihan Duta Anti Narkoba Maros Angkatan V, Nurul Mutmainnah mengatakan, tahun ini finalis juga menyuguhkan beragam penampilan bakat mereka, mulai dari tari-tarian, puisi, stand up comedy, hingga ceramah agama.
“Kami sangat puas melihat begitu banyak pengunjung wisata yang antusias menonton pertunjukan bakat yang kami laksanakan. Ini merupakan bagian untuk lebih memperkenalkan bahaya narkoba ke masyarakat lebih luas,” katanya, Minggu (10/10).
Mutmainnah melanjutkan, dalam setiap penampilannya, finalis diwajibkan untuk memasukkan unsur edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Diharapkan, dengan bakat yang mereka miliki itu, bisa digunakan sebagai media sosialisasi kreatif di masyarakat.
“Tidak boleh hanya sekadar menampilkan bakat mereka, tapi harus ada nilai edukasi anti narkoba di dalamnya. Nah mereka dituntut berkreasi sebaik mungkin untuk menujukkan bakat mereka itu untuk kepentingan media sosialisasi,” ujarnya.
Baca juga: Perkosa Teman Separtai hingga Hamil, Oknum Anggota DPRD Maros Dilaporkan ke Polisi
Ajang penampilan bakat yang digelar ini, diakui oleh panitia, telah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Di mana, para finalis mengajukan dan mempertunjukkan bakat yang ingin mereka tampilkan kepada panitia terlebih dahulu.
“Jadi sebelumnya kita di panitia yang menilai dulu. Nah makanya saat penampilan ini, ada yang dikolaborasikan ada juga finalis yang memang secara tunggal. Itu karena ada beberapa jenis bakat mereka yang sama jadi kita gabungkan,” sebutnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung wisata alam Bantimurung, Rahmawati mengaku jika, kegiatan ini sangatlah positif dan harus didukung. Menurutnya, tidak banyak anak milenial yang saat ini peduli dengan bahaya narkoba yang mengancam mereka.
“Kita sangat apresiasi karena jarang juga melihat ada sosialisasi anti narkoba yang modelnya begini dan dilakukan di tempat wisata. Menurut saya ini sangat positif dan harus kita dukung Bersama,” ungkapnya.
Baca juga: Kapolres Ajak Pengurus Parpol Jaga Keamanan dan Ketertiban di Maros
Dia juga mengaku sangat terhibur dengan penampilan yang disuguhkan oleh para finalis. Selain berwisata, ia dan sekeluarga juga bisa menyaksikan hiburan yang bernilai edukasi dengan adanya kegiatan itu. “Sangat terhibur dan ini juga kan ada nilai edukasinya. Bagi saya ini mantap sekali,” paparnya.
Setelah pelaksanaan penampilan bakat itu, rencananya para finalis akan mengikuti sesi karantina yang akan digelar selama tiga hari berturut-turut. Di sesi karantina ini, para finalis akan diberikan bekal materi anti narkoba dari berbagai aspek, sebelum diterjunkan ke masyarakat untuk melakukan pengabdian.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang digagas Gerakan Nasioanal Anti Narkotika (Granat) bersama Ikatan Duta Anti Narkoba (Ikanara) Maros itu, sengaja dilaksanakan di areal wisata, untuk memperluas kampanye anti narkoba ke masyarakat.
Baca juga: Ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros Kembali Digelar Tahun Ini
Ketua Panita pemilihan Duta Anti Narkoba Maros Angkatan V, Nurul Mutmainnah mengatakan, tahun ini finalis juga menyuguhkan beragam penampilan bakat mereka, mulai dari tari-tarian, puisi, stand up comedy, hingga ceramah agama.
“Kami sangat puas melihat begitu banyak pengunjung wisata yang antusias menonton pertunjukan bakat yang kami laksanakan. Ini merupakan bagian untuk lebih memperkenalkan bahaya narkoba ke masyarakat lebih luas,” katanya, Minggu (10/10).
Mutmainnah melanjutkan, dalam setiap penampilannya, finalis diwajibkan untuk memasukkan unsur edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Diharapkan, dengan bakat yang mereka miliki itu, bisa digunakan sebagai media sosialisasi kreatif di masyarakat.
“Tidak boleh hanya sekadar menampilkan bakat mereka, tapi harus ada nilai edukasi anti narkoba di dalamnya. Nah mereka dituntut berkreasi sebaik mungkin untuk menujukkan bakat mereka itu untuk kepentingan media sosialisasi,” ujarnya.
Baca juga: Perkosa Teman Separtai hingga Hamil, Oknum Anggota DPRD Maros Dilaporkan ke Polisi
Ajang penampilan bakat yang digelar ini, diakui oleh panitia, telah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Di mana, para finalis mengajukan dan mempertunjukkan bakat yang ingin mereka tampilkan kepada panitia terlebih dahulu.
“Jadi sebelumnya kita di panitia yang menilai dulu. Nah makanya saat penampilan ini, ada yang dikolaborasikan ada juga finalis yang memang secara tunggal. Itu karena ada beberapa jenis bakat mereka yang sama jadi kita gabungkan,” sebutnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung wisata alam Bantimurung, Rahmawati mengaku jika, kegiatan ini sangatlah positif dan harus didukung. Menurutnya, tidak banyak anak milenial yang saat ini peduli dengan bahaya narkoba yang mengancam mereka.
“Kita sangat apresiasi karena jarang juga melihat ada sosialisasi anti narkoba yang modelnya begini dan dilakukan di tempat wisata. Menurut saya ini sangat positif dan harus kita dukung Bersama,” ungkapnya.
Baca juga: Kapolres Ajak Pengurus Parpol Jaga Keamanan dan Ketertiban di Maros
Dia juga mengaku sangat terhibur dengan penampilan yang disuguhkan oleh para finalis. Selain berwisata, ia dan sekeluarga juga bisa menyaksikan hiburan yang bernilai edukasi dengan adanya kegiatan itu. “Sangat terhibur dan ini juga kan ada nilai edukasinya. Bagi saya ini mantap sekali,” paparnya.
Setelah pelaksanaan penampilan bakat itu, rencananya para finalis akan mengikuti sesi karantina yang akan digelar selama tiga hari berturut-turut. Di sesi karantina ini, para finalis akan diberikan bekal materi anti narkoba dari berbagai aspek, sebelum diterjunkan ke masyarakat untuk melakukan pengabdian.
(luq)
Lihat Juga :