Kisah Perang Bhatoro Katong vs Ki Ageng Kutu dalam Penyebaran Islam di Ponorogo
Minggu, 13 April 2025 - 06:46 WIB
loading...
Bhatoro Katong pernah terlibat perang sengit Ki Ageng Kutu yang merupakan kerabat dekat Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit dalam proses penyebaran Islam di Ponorogo. FOTO ILUSTRASI/IST
A
A
A
BHATORO Katong konon merupakan utusan Kesultanan Demak yang menyebarkan agama Islam di Ponorogo , Jawa Timur. Ia juga dikenal sebagai Adipati pertama Ponorogo. Dalam proses penyebaran Islam oleh Bhatoro Katong di Ponorogo tak melulu mulus.
Konon suatu ketika Bhatoro Katong pernah terlibat perang sengit Ki Ageng Kutu atau dengan nama lain Ki Demang Kutu Suryo Alam yang merupakan kerabat dekat Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit. Bhatoro Katong kala itu menyebarkan agama Islam kepada orang Jawa yang memeluk agama Hindu dan Buddha.
Suatu ketika perjalanan Bhatoro Katong dari Demak mengarah ke tenggara tiba di Desa Plampitan, yang saat ini Desa Setono, perdikan Bhatoro Katong di wilayah Kota Ponorogo. Di desa itulah konon Bhatoro Katong bersama prajuritnya mengajarkan agama Islam.
Orang-orang Jawa saat itu senang dengan agama Islam yang diajarkan oleh Bhatoro Katong dan pasukannya, sebagaimana dikutip dari "Kisah Brang Wetan :Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan", terjemahan Karsono Hardjoseputro.
Ketika itu, Ki Ageng Kutu yang menganut agama Buddha sudah mendengar bahwa Bhatoro Katong mengajarkan agama Islam kepada orang-orang Jawa yang berada di wilayahnya. Ki Ageng Kutu tidak menghalangi karena sudah tahu bahwa hal itu merupakan perintah Sultan Demak. Setelah beberapa tahun, orang-orang sebelah utara, mulai Desa Plampitan ke utara hingga Madiun, telah masuk agama Islam.
Bhatoro Katong kemudian bergerak ke selatan, menduduki Desa Nglangu, mendekati kota Ki Ageng Kutu. Di desa itu, dia juga mengajarkan agama Islam. Lama-kelamaan, Ki Ageng Kutu disarankan agar masuk Islam dan meninggalkan agama Buddha. Ki Ageng Kutu menolak karena merasa sudah tua dan sudah cocok dengan agama Buddha.
Konon suatu ketika Bhatoro Katong pernah terlibat perang sengit Ki Ageng Kutu atau dengan nama lain Ki Demang Kutu Suryo Alam yang merupakan kerabat dekat Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit. Bhatoro Katong kala itu menyebarkan agama Islam kepada orang Jawa yang memeluk agama Hindu dan Buddha.
Suatu ketika perjalanan Bhatoro Katong dari Demak mengarah ke tenggara tiba di Desa Plampitan, yang saat ini Desa Setono, perdikan Bhatoro Katong di wilayah Kota Ponorogo. Di desa itulah konon Bhatoro Katong bersama prajuritnya mengajarkan agama Islam.
Orang-orang Jawa saat itu senang dengan agama Islam yang diajarkan oleh Bhatoro Katong dan pasukannya, sebagaimana dikutip dari "Kisah Brang Wetan :Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan", terjemahan Karsono Hardjoseputro.
Ketika itu, Ki Ageng Kutu yang menganut agama Buddha sudah mendengar bahwa Bhatoro Katong mengajarkan agama Islam kepada orang-orang Jawa yang berada di wilayahnya. Ki Ageng Kutu tidak menghalangi karena sudah tahu bahwa hal itu merupakan perintah Sultan Demak. Setelah beberapa tahun, orang-orang sebelah utara, mulai Desa Plampitan ke utara hingga Madiun, telah masuk agama Islam.
Bhatoro Katong kemudian bergerak ke selatan, menduduki Desa Nglangu, mendekati kota Ki Ageng Kutu. Di desa itu, dia juga mengajarkan agama Islam. Lama-kelamaan, Ki Ageng Kutu disarankan agar masuk Islam dan meninggalkan agama Buddha. Ki Ageng Kutu menolak karena merasa sudah tua dan sudah cocok dengan agama Buddha.
Lihat Juga :