Kisah Asmara Pangeran Diponegoro, Pria Romantis Dipaksa Menikah Kedua Kali untuk Kepentingan Politis
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pernikahan tersebut, Diponegoro mempersunting anak Kiai Gede Dadapan, ulama terkemuka di Desa Dadapan. Putri ulama terkemuka bernama Raden Ayu Retno Madubrongto, memberikan putra pertama bagi Pangeran Diponegoro.
Putra sulung tersebut diberi nama Raden Mas Ontowiroyo atau yang dikenal dengan Pangeran Diponegoro II. Dari sang putra sulung inilah kisah-kisah heroik dan asmara Pangeran Diponegoro ditulis, melalui Babad Dipanagara Surya Ngalam.
Selang beberapa tahun kemudian, Diponegoro dipaksa menikah oleh orang tuanya. Ia dibujuk kedua orang tuanya untuk menikah lagi dengan putri Bupati Panolan, atau sekarang Cepu Randublatung, bernama Raden Ajeng Supadmi. Pernikahan ini tak bisa dilepaskan dari strategi politis ayah Diponegoro, Sultan Hamengku Buwono III.
Baca juga: Kisah Pangeran Diponegoro dan Karomah Para Kiai Kharismatik
Pernikahan kedua Diponegoro dengan putri Raden Tumenggung Notowijoyo III ini dirayakan secara besar-besaran, pada 27 Februari 1807. Pernikahan ini bahkan dicatat secara detail dalam surat-surat residen pemerintahan Belanda.
Salah satu hadiah resmi dari residen Belanda, adalah perkamen semacam kertas tulis dari kulit binatang, sepanjang lima kaki atau sekitar 1,5 meter. Hal ini menunjukkan bahwa kedua pasangan ini telah melek huruf kala itu.
Putra sulung tersebut diberi nama Raden Mas Ontowiroyo atau yang dikenal dengan Pangeran Diponegoro II. Dari sang putra sulung inilah kisah-kisah heroik dan asmara Pangeran Diponegoro ditulis, melalui Babad Dipanagara Surya Ngalam.
Selang beberapa tahun kemudian, Diponegoro dipaksa menikah oleh orang tuanya. Ia dibujuk kedua orang tuanya untuk menikah lagi dengan putri Bupati Panolan, atau sekarang Cepu Randublatung, bernama Raden Ajeng Supadmi. Pernikahan ini tak bisa dilepaskan dari strategi politis ayah Diponegoro, Sultan Hamengku Buwono III.
Baca juga: Kisah Pangeran Diponegoro dan Karomah Para Kiai Kharismatik
Pernikahan kedua Diponegoro dengan putri Raden Tumenggung Notowijoyo III ini dirayakan secara besar-besaran, pada 27 Februari 1807. Pernikahan ini bahkan dicatat secara detail dalam surat-surat residen pemerintahan Belanda.
Salah satu hadiah resmi dari residen Belanda, adalah perkamen semacam kertas tulis dari kulit binatang, sepanjang lima kaki atau sekitar 1,5 meter. Hal ini menunjukkan bahwa kedua pasangan ini telah melek huruf kala itu.
Lihat Juga :