Tes CPNS Kabupaten Luwu Dilaksanakan Lebih Ketat
Kamis, 07 Oktober 2021 - 18:05 WIB
loading...
Suasana tes CPNS di Aula Bappeda Kabupaten Luwu, Kamis (7/10). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu, mulai menggelar tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Luwu di Aula Bappeda, Kamis (7/10) siang.
Seperti pelaksanaan seleksi tahun 2019 lalu, proses screening peserta tahun ini juga diperketat, bahkan lebih ketat dari tahun sebelumnya. Ini karena panitia juga memastikan kesehatan peserta dengan memeriksa suhu tubuh dan pengecekan surat keterangan hasil swab bebas Covid-19.
Baca juga:2.706 Orang Ikut SKD CPNS di Luwu Utara, 324 Pendaftar Tak Hadir
Data dari BKPSDM Luwu menyebutkan, seleksi CPNS tahun ini diikuti oleh 1.100 orang yang dinyatakan lulus berkas dari 1.300 pelamar.
Kepala BKPSDM Luwu, Andi Ahkam Basmin menyampaikan, pelaksana tes CPNS di Luwu dimulai hari Kamis, hingga Senin mendatang. "Kamis hari ini hingga Minggu seleksi CPNS untuk pelamar umum, diikuti 956 orang dan hari Senin nanti seleksi khusus tenaga P3K diikuti 54 orang," sebutnya.
Ahkam berharap pelaksanaan seleksi CPNS tahun ini juga berjalan lancar seperti pelaksanaan tes CPNS sebelumnya. "Tahun ini seleksi lebih ketat, kita belajar dari pengalaman sebelumnya, sehingga segala kekurangan kita sebelumnya kita perbaiki," ujarnya.
Baca juga:Pelamar CASN di Pemkot Makassar Diingatkan Jangan Percaya Calo
Kekurangan ini kata Ahkam, bukanlah pada hal teknis pelanggaran pelaksanaan seleksi, namun lebih pada kesiapan panitia.
"Apalagi sekarang kita masih status pandemi, ini yang kami antisipasi dan melaksanakan tes sesuai petunjuk atasan kami, termasuk petunjuk Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Luwu, dan alhamdulillah, semua kami laksanakan dengan baik," lanjutnya.
Tes CPNS di Luwu tahun ini juga menggunakan teknologi yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga potensi kecurangan bisa diminimalisir.
Baca juga:Kanwil Kemenkumham Minta Peserta Tes SKD CPNS Tidak Teperdaya Calo
"Kecurangan yang kita waspadai adalah joki dan mengantisipasi peserta membawa alat perekam. Panitia ada proses tahapan screening berlapis, ditambah, 1 screening dengan teknologi face recognition, sehingga bisa dipastikan tidak ada joki dalam tes CPNS di Luwu," ujarnya.
Face recognition merupakan fitur baru pada sistem seleksi CPNS 2021. Fitur ini digunakan sebagai validitas tambahan yang berguna untuk menghindari potensi terjadinya perjokian saat pelaksaan tes SKD CPNS.
Rencananya, ujian seleksi CPNS dan PPPK di Kabupaten Luwu dibagi atas beberapa gelombang, sehingga bakal digelar hingga 10 September mendatang.
Baca juga:Raih Medali Emas, Rahmat Coba Buat Rekor Cabor Angkat Besi
Ahkam yang turun langsung meninjau proses seleksi CPNS dan PPPK memberikan pujian kepada panitia seleksi. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan tersebut sangat baik.
“Alhamdulillah teman-teman panitia sangat baik, standby, jauh sebelum hari H. Sampai saat ini berjalan lancar sesuai rencana," kuncinya.
Seperti pelaksanaan seleksi tahun 2019 lalu, proses screening peserta tahun ini juga diperketat, bahkan lebih ketat dari tahun sebelumnya. Ini karena panitia juga memastikan kesehatan peserta dengan memeriksa suhu tubuh dan pengecekan surat keterangan hasil swab bebas Covid-19.
Baca juga:2.706 Orang Ikut SKD CPNS di Luwu Utara, 324 Pendaftar Tak Hadir
Data dari BKPSDM Luwu menyebutkan, seleksi CPNS tahun ini diikuti oleh 1.100 orang yang dinyatakan lulus berkas dari 1.300 pelamar.
Kepala BKPSDM Luwu, Andi Ahkam Basmin menyampaikan, pelaksana tes CPNS di Luwu dimulai hari Kamis, hingga Senin mendatang. "Kamis hari ini hingga Minggu seleksi CPNS untuk pelamar umum, diikuti 956 orang dan hari Senin nanti seleksi khusus tenaga P3K diikuti 54 orang," sebutnya.
Ahkam berharap pelaksanaan seleksi CPNS tahun ini juga berjalan lancar seperti pelaksanaan tes CPNS sebelumnya. "Tahun ini seleksi lebih ketat, kita belajar dari pengalaman sebelumnya, sehingga segala kekurangan kita sebelumnya kita perbaiki," ujarnya.
Baca juga:Pelamar CASN di Pemkot Makassar Diingatkan Jangan Percaya Calo
Kekurangan ini kata Ahkam, bukanlah pada hal teknis pelanggaran pelaksanaan seleksi, namun lebih pada kesiapan panitia.
"Apalagi sekarang kita masih status pandemi, ini yang kami antisipasi dan melaksanakan tes sesuai petunjuk atasan kami, termasuk petunjuk Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Luwu, dan alhamdulillah, semua kami laksanakan dengan baik," lanjutnya.
Tes CPNS di Luwu tahun ini juga menggunakan teknologi yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga potensi kecurangan bisa diminimalisir.
Baca juga:Kanwil Kemenkumham Minta Peserta Tes SKD CPNS Tidak Teperdaya Calo
"Kecurangan yang kita waspadai adalah joki dan mengantisipasi peserta membawa alat perekam. Panitia ada proses tahapan screening berlapis, ditambah, 1 screening dengan teknologi face recognition, sehingga bisa dipastikan tidak ada joki dalam tes CPNS di Luwu," ujarnya.
Face recognition merupakan fitur baru pada sistem seleksi CPNS 2021. Fitur ini digunakan sebagai validitas tambahan yang berguna untuk menghindari potensi terjadinya perjokian saat pelaksaan tes SKD CPNS.
Rencananya, ujian seleksi CPNS dan PPPK di Kabupaten Luwu dibagi atas beberapa gelombang, sehingga bakal digelar hingga 10 September mendatang.
Baca juga:Raih Medali Emas, Rahmat Coba Buat Rekor Cabor Angkat Besi
Ahkam yang turun langsung meninjau proses seleksi CPNS dan PPPK memberikan pujian kepada panitia seleksi. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan tersebut sangat baik.
“Alhamdulillah teman-teman panitia sangat baik, standby, jauh sebelum hari H. Sampai saat ini berjalan lancar sesuai rencana," kuncinya.
(luq)
Lihat Juga :