Pencemaran Kali Surabaya Meningkat, Dirut PJT I: Kalau Ada Ikan Mabuk Hubungi Kami
Kamis, 07 Oktober 2021 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini diakibatkan oleh perubahan pola hidup masyarakat, utamanya di masa pandemi. "Banyak orang yang tinggal di rumah sebenarnya mengakibatkan kenaikan jumlah sampah rumah tangga. Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai," ujarnya.
Agar tidak terjadi banjir, BUMN pengelola sumber daya air itu juga telah menyiapkan tiga unit eskavator apung untuk melakukan pengambilan sedimen dan sampah dari sungai sepanjang musim hujan. "Kami akan lakukan pengambilan sedimen di sungai dari Wringin Anom hingga Gubeng. Kami juga akan imbau, minta tolong kepada pemerintah kabupaten kota untuk urusi sampai karena sampah sebenarnya tanggung jawab pemkab atau pemkot," ujarnya.
Selain itu, peran masyarakat juga sangat diperlukan, diantarnya tidak membuang sampah padat di sungai. Ia mengungkapkan, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai masih cukup rendah. Ada sekitar 20 titik pembuangan sampah di sepanjang aliran Kali Surabaya dari Driyorejo Gresik hingga Gunungsari Surabaya.
"Kami mengimbau kepada masyarakat dimana pun ketika membuang sampah hendaknya dibuang di tempat yang disediakan. Karena buntunya gorong-gorong banyak diakibatkan sampah. Disisi lain, tempat pembuangan sampah juga kadang banyak yang dibangun di sisi sungai sehingga di hujan, sampah akan meluber hingga masuk sungai," pungkas Raymond.
Agar tidak terjadi banjir, BUMN pengelola sumber daya air itu juga telah menyiapkan tiga unit eskavator apung untuk melakukan pengambilan sedimen dan sampah dari sungai sepanjang musim hujan. "Kami akan lakukan pengambilan sedimen di sungai dari Wringin Anom hingga Gubeng. Kami juga akan imbau, minta tolong kepada pemerintah kabupaten kota untuk urusi sampai karena sampah sebenarnya tanggung jawab pemkab atau pemkot," ujarnya.
Selain itu, peran masyarakat juga sangat diperlukan, diantarnya tidak membuang sampah padat di sungai. Ia mengungkapkan, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai masih cukup rendah. Ada sekitar 20 titik pembuangan sampah di sepanjang aliran Kali Surabaya dari Driyorejo Gresik hingga Gunungsari Surabaya.
"Kami mengimbau kepada masyarakat dimana pun ketika membuang sampah hendaknya dibuang di tempat yang disediakan. Karena buntunya gorong-gorong banyak diakibatkan sampah. Disisi lain, tempat pembuangan sampah juga kadang banyak yang dibangun di sisi sungai sehingga di hujan, sampah akan meluber hingga masuk sungai," pungkas Raymond.
(don)
Lihat Juga :