Pencemaran Kali Surabaya Meningkat, Dirut PJT I: Kalau Ada Ikan Mabuk Hubungi Kami

Kamis, 07 Oktober 2021 - 12:13 WIB
loading...
Pencemaran Kali Surabaya...
Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan. Foto SINDOnews
A A A
SURABAYA - Jumlah sampah yang ada di sepanjang Kali Surabaya terus bertambah. Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT I), Raymond Valiant Ruritan mengatakan, saat ini ada sekitar 400 ton sampah basah per minggu. Volume sampah tersebut akan kian tinggi dan pada musim penghujan sampah itu akan mencemari kali hingga menurunkan kualitas air.

"Kalau terjadi ikan mabuk, dimanapun itu, tolong hubungi kami. Itu biasanya karena penurunan oksigen. Tetapi kalau ada bau atau warnanya berubah, berarti ada yang membuang limbah. Ini kemarin sempat terjadi di Bengawan Solo. Air sungai menjadi coklat tua. Ternyata ada industri alkohol yang membuang limbah ke sungai," ungkap Raymond, Rabu (6/10/2021). Baca juga: Mikroplastik Galon Sekali Pakai Dinilai Membahayakan Manusia dan Lingkungan

Raymond mengingatkan masyarakat agar tidak kaget jika nantinya ada perubahan kualitas air sungai di Kali Surabaya, menyusul musim penghujan di tahun ini diperkirakan akan datang lebih awal. "Kualitas air sungai di musim hujan tidak semakin baik, tetapi semakin jelek karena limbah di pemukiman masuk sungai. Sebagian besar memang limbah rumah tangga seperti popok, plastik dan lain sebagainya," ujar Raymond.

Penurunan kualitas air sungai tersebut biasanya ditandai dengan penurunan kadar oksigen terlarut dalam air. Menurutnya, standar oksigen terlarut dalam air mencapai 2 hingga 4 miligram per liter agar air bisa masuk pada golongan yang bisa diolah kembali. Dan biasanya, jika oksigen turun dibawah 2 miligram per liter, maka akan terjadi fenomena ikan mabuk.

Volume sampah kian tinggi di saat tertentu seperti musim penghujan . Sebagian besar sampah padat seperti plastik. "Dari pengamatan kami, jenis sampah semakin banyak. Kalau dulu di hulu itu 30 persen adalah sampah anorganik, sekarang naik menjadi 40 persen seperti plastik kaca dan berbagai material yang tidak bisa diuraikan," ungkapnya. Baca juga: Hadapi Musim Hujan, Wali Kota Jakpus Minta Cermati Seluruh Saluran dan Pompa Air

Hal ini diakibatkan oleh perubahan pola hidup masyarakat, utamanya di masa pandemi. "Banyak orang yang tinggal di rumah sebenarnya mengakibatkan kenaikan jumlah sampah rumah tangga. Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai," ujarnya.

Agar tidak terjadi banjir, BUMN pengelola sumber daya air itu juga telah menyiapkan tiga unit eskavator apung untuk melakukan pengambilan sedimen dan sampah dari sungai sepanjang musim hujan. "Kami akan lakukan pengambilan sedimen di sungai dari Wringin Anom hingga Gubeng. Kami juga akan imbau, minta tolong kepada pemerintah kabupaten kota untuk urusi sampai karena sampah sebenarnya tanggung jawab pemkab atau pemkot," ujarnya.

Selain itu, peran masyarakat juga sangat diperlukan, diantarnya tidak membuang sampah padat di sungai. Ia mengungkapkan, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai masih cukup rendah. Ada sekitar 20 titik pembuangan sampah di sepanjang aliran Kali Surabaya dari Driyorejo Gresik hingga Gunungsari Surabaya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat dimana pun ketika membuang sampah hendaknya dibuang di tempat yang disediakan. Karena buntunya gorong-gorong banyak diakibatkan sampah. Disisi lain, tempat pembuangan sampah juga kadang banyak yang dibangun di sisi sungai sehingga di hujan, sampah akan meluber hingga masuk sungai," pungkas Raymond.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Polda Metro Dorong Budaya...
Polda Metro Dorong Budaya Peduli Lingkungan, Sediakan Ratusan Bak Sampah Terpilah
Air Bersih dan Sampah...
Air Bersih dan Sampah Ancam Wisata KLU, Legislator Perindo Desak Pembenahan Tiga Gili
Material Kompos di Klungkung...
Material Kompos di Klungkung Tercampur Plastik, Tika Winawan Desak Pengawasan Hulu hingga ke Hilir
Anak Diajarkan Bijak...
Anak Diajarkan Bijak Mengelola Sampah Plastik Sejak Dini Lewat Kegiatan Interaktif
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
Sampah Plastik di Wilayah...
Sampah Plastik di Wilayah Pesisir Jadi Ancaman! Salaka, KEHATI, dan Nestle Bergerak
Rekomendasi
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved