Kisah Arsim, Anak Disabilitas yang Semangat Belajar demi Wujudkan Cita-Cita Jadi TNI
Rabu, 06 Oktober 2021 - 10:16 WIB
loading...
Arsim (9) anak disabilitas yang memiliki cita - cita tinggi yakni ingin menjadi Tentara Nasional Indonsia (TNI). (Ist)
A
A
A
LEBAK - Arsim (9) anak disabilitas , warga Kampung Poleng, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Bojong Manik, Kabupaten Lebak, Banten, memiliki cita-cita tinggi yakni ingin menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kendati memiliki keterbatasan fisik , anak dari pasangan Murdi dan Asmi ini tidak menyurutkan niatnya tetap belajar demi mengejar cita-citanya tersebut. Anak kelas IV SD Mekar Rahayu ini memiliki semangat yang tinggi untuk bisa terus sekolah hingga jenjang Perguruan Tinggi.
Arsim yang memiliki panggilan akrab Inta di kampungnya, dalam kesehariannya selalu bermain riang seperti anak-anak lain seusianya. Selain bermain, sekolah umum dan sekolah agama.
Di tempatnya sekolah yakni di SD Mekar Rahayu merupakan sekolah dasar umum, namun tidak sedikit pun rasa minder dengan keterbatasan fisiknya, dia selalu bermain dengan teman sekelasnya.
Tentu saja, perjuangan kedua orang tuanya yang memacu terus semangat Arsim untuk bersekolah. Walau pun untuk bisa bersekolah setiap harinya Arsim harus digendong Ibu atau bapaknya ke sekolah dengan jarak hingga dua kilometer, dengan kondisi jalan berbukit dan melintas pematang sawah. "Kondisi hari ini saya sehat," kata Arsim seraya melemparkan senyuman via Video Call Whatsapp, Rabu (6/10/2021)
Kendati memiliki keterbatasan fisik , anak dari pasangan Murdi dan Asmi ini tidak menyurutkan niatnya tetap belajar demi mengejar cita-citanya tersebut. Anak kelas IV SD Mekar Rahayu ini memiliki semangat yang tinggi untuk bisa terus sekolah hingga jenjang Perguruan Tinggi.
Arsim yang memiliki panggilan akrab Inta di kampungnya, dalam kesehariannya selalu bermain riang seperti anak-anak lain seusianya. Selain bermain, sekolah umum dan sekolah agama.
Di tempatnya sekolah yakni di SD Mekar Rahayu merupakan sekolah dasar umum, namun tidak sedikit pun rasa minder dengan keterbatasan fisiknya, dia selalu bermain dengan teman sekelasnya.
Tentu saja, perjuangan kedua orang tuanya yang memacu terus semangat Arsim untuk bersekolah. Walau pun untuk bisa bersekolah setiap harinya Arsim harus digendong Ibu atau bapaknya ke sekolah dengan jarak hingga dua kilometer, dengan kondisi jalan berbukit dan melintas pematang sawah. "Kondisi hari ini saya sehat," kata Arsim seraya melemparkan senyuman via Video Call Whatsapp, Rabu (6/10/2021)
Lihat Juga :