Bupati Sumbawa Barat Mendukung Penuh Program Inovasi Kemendikbud
Selasa, 02 Juni 2020 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum adanya dukungan Inovasi, 38% siswa kelas awal SD/MI sasaran Inovasi di NTB tidak dapat membaca kata dan di antara yang dapat membaca kata, 51% tidak memahami apa yang sedang dibacanya. Peningkatan hasil belajar numerasi siswa kelas 1-3 di NTB dari hasil survey awal berada pada 53.2% kemudian pada survey akhir meningkat menjadi 72.7%.
Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, NTB bisa lebih baik lagi jika berbekal pembelajaran pada Inovasi fase 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan yakni kolaborasi semua pihak di NTB perlu diperkuat, kebijakan yang disusun perlu segera diimplementasikan, dan memperkuat kemandirian NTB untuk menjangkau siswa yang mengalami krisis belajar yakni Anak Berkebutuhan Khusus (disabilitas dan lamban belajar), anak-anak yang belum menguasai Bahasa Indonesia saat masuk sekolah.
Bupati KSB dalam sambutannya menyampaikan bahwa KSB sangat mendukung adanya Program Inovasi ini. Kapasitas guru, partisipasi orang tua dan stakeholder sangat meningkat sekali pada Program Inovasi fase 1, dan ditambah lagi fokus utama untuk INOVASI fase 2 ini yakni anak-anak berkebutuhan khusus. “Kami sangat mendukung program ini dan dari awal kami tidak main-main dengan dukungan kami, kami berikan dukungan yang terbaik”, kata Bupati.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati berharap agar kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh jajaran Inovasi bisa dilibatkan dari jajaran Dinas Pendidikan masing-masing kabupaten. “Ada 1 hal yang kami minta yakni bagaimana di dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Inovasi bisa melibatkan jajaran Dinas Pendidikan dari masing-masing kabupaten sehingga bisa terimbas. Saya berharap kepada semua pihak agar bisa diberikan pemahaman terkait bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi yang benar,” jelas Bupati.
Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, NTB bisa lebih baik lagi jika berbekal pembelajaran pada Inovasi fase 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan yakni kolaborasi semua pihak di NTB perlu diperkuat, kebijakan yang disusun perlu segera diimplementasikan, dan memperkuat kemandirian NTB untuk menjangkau siswa yang mengalami krisis belajar yakni Anak Berkebutuhan Khusus (disabilitas dan lamban belajar), anak-anak yang belum menguasai Bahasa Indonesia saat masuk sekolah.
Bupati KSB dalam sambutannya menyampaikan bahwa KSB sangat mendukung adanya Program Inovasi ini. Kapasitas guru, partisipasi orang tua dan stakeholder sangat meningkat sekali pada Program Inovasi fase 1, dan ditambah lagi fokus utama untuk INOVASI fase 2 ini yakni anak-anak berkebutuhan khusus. “Kami sangat mendukung program ini dan dari awal kami tidak main-main dengan dukungan kami, kami berikan dukungan yang terbaik”, kata Bupati.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati berharap agar kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh jajaran Inovasi bisa dilibatkan dari jajaran Dinas Pendidikan masing-masing kabupaten. “Ada 1 hal yang kami minta yakni bagaimana di dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Inovasi bisa melibatkan jajaran Dinas Pendidikan dari masing-masing kabupaten sehingga bisa terimbas. Saya berharap kepada semua pihak agar bisa diberikan pemahaman terkait bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi yang benar,” jelas Bupati.
(ars)
Lihat Juga :