2 Warganya Tewas dalam Bentrok Lahan PG Jatitujuh, Bupati Majalengka: Menangis Saya
Selasa, 05 Oktober 2021 - 14:34 WIB
loading...
Bupati Majalengka, Karna Sobahi saat memberikan santunan kepada istri almarhum Suhenda. Foto/MPI/Inin Nastain
A
A
A
MAJALENGKA - Peristiwa bentrokan di lahan HGU PG Jatiwangi yang memakan dua korban jiwa mengundang keprihatinan Bupati Majalengka, Karna Sobahi. Bupati menyebut dari beberapa foto yang beredar, aksi penganiayaan yang berujung meninggalnya dua orang warga Kecamatan Jatitujuh sebagai sebuah kekejaman.
"Melihat foto, video, menangis saya. Bagaimana seorang kepala daerah melihat rakyatnya seperti itu. Kalau bicara takdir, ini mungkin takdir. Tapi jalan ceritanya tidak kita inginkan," kata Karna saat takziyah ke rumah duka Suhenda, salah seorang korban, Selasa (5/10/2021).
Baca juga: Bentrokan di Areal PG Jatitujuh Majalengka Berujung Maut, 2 Tewas Dibacok
Kendati merasa terpukul dengan peristiwa bentrokan maut itu, Karna meminta warganya, khususnya warga di desa korban untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum. Karna mengaku dirinya sudah mendengar ada isu balas dendam yang akan dilakukan sebagian kelompok.
"Tidak terpancing. Saya sudah terdengar ada yang mau balas dendam, mohon dikendalikan. Majalengka rakyatnya santun. Dengan keramahannya tidak akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," jelas dia.
"Melihat foto, video, menangis saya. Bagaimana seorang kepala daerah melihat rakyatnya seperti itu. Kalau bicara takdir, ini mungkin takdir. Tapi jalan ceritanya tidak kita inginkan," kata Karna saat takziyah ke rumah duka Suhenda, salah seorang korban, Selasa (5/10/2021).
Baca juga: Bentrokan di Areal PG Jatitujuh Majalengka Berujung Maut, 2 Tewas Dibacok
Kendati merasa terpukul dengan peristiwa bentrokan maut itu, Karna meminta warganya, khususnya warga di desa korban untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum. Karna mengaku dirinya sudah mendengar ada isu balas dendam yang akan dilakukan sebagian kelompok.
"Tidak terpancing. Saya sudah terdengar ada yang mau balas dendam, mohon dikendalikan. Majalengka rakyatnya santun. Dengan keramahannya tidak akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," jelas dia.
Lihat Juga :