Selama Mei 2020, Jatim Alami Inflasi 0,18 Persen
Selasa, 02 Juni 2020 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2020 antara lain, angkuta udara, daging ayam ras, bawang merah, apel, melon, cumi-cumi, tempe, ikan bandeng/ikan bolu, udang basah, dan susu bubuk untuk balita," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Satriyo Wibowo dalam rilisnya, Selasa (2/6/2020).
Data BPS Jatim juga menunjukkan,inflasi tertinggi terjadi di Malang yang mencapai 0,27 persen. Diikuti Surabaya 0,21 persen, Probolinggo0,05 persen, Sumenep dan Banyuwangi 0,02 persen, dan Madiun 0,01 persen. Sedangkan daerah yang mengalami deflasi yaitu Jember 0,03 persen dan Kediri 0,19 persen.
Secara lebih rinci, komoditas daging ayam ras dan bawang merah menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di semua kota IHK di Jatim. Komoditas angkutan udara menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di Jember, Malang, dan Surabaya.
Komoditas apel menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di Kediri, Madiun, dan Surabaya. Sedangkan cumi-cumi menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di Banyuwangi, Sumenep, dan Surabaya.
Data BPS Jatim juga menunjukkan,inflasi tertinggi terjadi di Malang yang mencapai 0,27 persen. Diikuti Surabaya 0,21 persen, Probolinggo0,05 persen, Sumenep dan Banyuwangi 0,02 persen, dan Madiun 0,01 persen. Sedangkan daerah yang mengalami deflasi yaitu Jember 0,03 persen dan Kediri 0,19 persen.
Secara lebih rinci, komoditas daging ayam ras dan bawang merah menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di semua kota IHK di Jatim. Komoditas angkutan udara menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di Jember, Malang, dan Surabaya.
Komoditas apel menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di Kediri, Madiun, dan Surabaya. Sedangkan cumi-cumi menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di Banyuwangi, Sumenep, dan Surabaya.
(msd)
Lihat Juga :