Dampak Pandemi, Angka Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto Capai 10,57 Persen

Selasa, 05 Oktober 2021 - 00:27 WIB
loading...
Dampak Pandemi, Angka...
Ketua TPKP sekaligus Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
A A A
MOJOKERTO - Angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto mengalami kenaikan di hampir 1 persen dari tahun 2019 hingga 2020. Hal ini disebabkan pandemi COVID-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu.

Berdasarkan data yang dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, di tahun 2019 angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto mencapai 9,75 persen. Sementara tahun 2020 naik menjadi 0,82 persen menjadi 10,57 persen.

"Memang mengalami Kenaikan di tahun 2020. Berdasarkan data di lapangan, kenaikan ini dipicu pandemi COVID-19. Untuk tahun ini naik hampir 1 persen di angka 10,5 persen. Sedangkan untuk data tahun 2021 masih menunggu provinsi," kata Kepala BPS Kabupaten Mojokerto Mohammad Farikhin usai melakukan koordinasi dengan Pemkab Mojokerto, Senin (4/10/2021) petang.

Farikhin menyebut, BPS Kabupaten Mojokerto sudah menyampaikan kenaikan angka kemiskinan itu kepada Pemkab Mojokerto. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa guna mengatasi atau menekan laju kenaikan angka kemiskinan, terlebih saat ini masih pandemi COVID-19.

"Tadi saat rakor sudah kita sampaikan. Wabup tadi sudah meminta penjelasan cara penghitungan angka kemiskinan seperti apa. Kami jelaskan untuk penghitungan di tahun 2020, sebab beliau Ketua TKPK dan akan dibahas ke depan bersama OPD terkait," ucap Farikhin.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa tak menampik adanya kenaikan angka kemiskinan di Bumi Majapahit akibat penyebaran virus Corona. Pihaknya menyebut, dampak pandemi Covid-19 memang membuat ekonomi masyarakat mengalami penurunan. Lantaran adanya pembatasan kegiatan atau aktivitas masyarakat untuk pencegahan penyebaran COVID-19. Baca: Dibuka untuk Wisman, Bandara Ngurah Rai Tunggu Regulasi Kemenhub.

"Iya memang ada peningkatan angka kemiskinan, dari sebelum pandemi di 2019 sembilan persen sekian. Lalu naik di tahun 2020 sepuluh persen sekian, setelah adanya pandemi," ucapnya.

Menyikapi hal itu, pria yang akrab disapa Gus Barraa ini akan melakukan langkah awal dengan pemetaan wilayah kecamatan-kecamatan yang memiliki persentase penduduk miskin. Dirinya akan berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto untuk menekan laju kenaikan angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto. Baca Juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh di Subang, Bukti Baru Dicocokan dengan Hasil Autopsi Ulang.

"Saya harus tau daerah atau kecamatan mana yang banyak mengantongi angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto. Produknya apa, apakah harus memakai jaminan sosial, apakah insfastruktur. Bisa jadikan kalau di wilayah pojok sana tidak ada insfrastruktur, atau tidak memadai sehingga jualan apa saja susah. Pertumbuhan ekonomi lambat, jadi akan koordinasi dengan semua OPD," kata Gus Barraa.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAN Luncurkan Akademi...
LAN Luncurkan Akademi Pengentasan Kemiskinan untuk Atasi Penduduk Miskin di Indramayu
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Berhasil Transformasikan...
Berhasil Transformasikan Kemajuan Jatim, Khofifah Diganjar 2 Penghargaan
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bacagub Jateng Eko Suwarni...
Bacagub Jateng Eko Suwarni Siapkan Langkah Strategis Tekan Kemiskinan
Frans Go: Maluku dan...
Frans Go: Maluku dan NTT Wilayah Kaya Budaya dan Sumber Daya Alam
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
Berita Terkini
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved