Miris, Operasi Zero PMKS Temukan Banyak Eksploitasi Anak

Senin, 04 Oktober 2021 - 09:12 WIB
loading...
Miris, Operasi Zero...
Orang tua membawa anak yang turut membantunya mengemis di Jalan Pengayoman, Malassar, Minggu (3/10/2021). Eksploitasi anak masih ditemui dalam operasi PMKS. Foto: Maman Sukirman
A A A
MAKASSAR - Kasus eksploitasi anak dibawah umur masih banyak ditemukan di Kota Makassar. Anak dimanfaatkan untuk kepentingan orang tua, mulai dari mengemis, mengamen hingga berdagang.

Hal itu ditemukan saat pelaksanaan Operasi Zero Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( PMKS ) oleh Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP Kota Makassar.

Sekretaris Dinsos Kota Makassar , Muhyiddin mengaku fenomena tersebut memang masih menjamur. Hampir semua titik jalan yang dirazia oleh aparat ditemukan eksploitasi anak.

"Itu kalau kita turun ke jalan pasti dapat, seperti kemarin itu di Pettarani, orang tuanya hanya duduk menonton, yang disuruh mengemis anaknya ini, sangat miris," ujarnya.

Baca Juga: Warga yang Terjaring Razia PMKS Bakal Dicoret Sebagai Penerima Bansos

Parahnya, kata dia, oknum orang tua tersebut bahkan tercatat sebagai masyarakat penerima manfaat lewat Program Keluarga Harapan ( PKH ).

Selain itu, lanjut Muhyiddin, ada juga temuan lansia yang memanfaatkan cucunya yang masih balita berumur 3 tahun untuk meminta-minta di Jalan Adhyaksa.

Para pelaku eksploitasi anak yang terjaring telah dibuatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi kembali perbuatannya. "Kita sudah tanya mereka baik-baik, karena ini sebenarnya melanggar undang-undang perlindungan anak," kata Muhyidin.

Adapun jumlah anak jalanan yang terjaring selama Operasi Zero PMKS cukup tinggi, sebagian besar dari mereka diduga dimanfaatkan oknum orang tua. Faktor lainnya disebabkan oleh putus sekolah.

"Kita rencana mau koordinasikan dengan Dinas Pendidikan, karena ini anak-anak yang ke jalan rata-rata putus sekolah saat kami lakukan pendataan," katanya.

Baca Juga: Solusi Tangani PMKS, Dinsos Dorong Pengadaan Lingkungan Pondok Sosial

Dinsos Makassar juga berencana melakukan evaluasi bagi seluruh PMKS yang terjaring untuk selanjutnya diberikan pembinaan di tingkat kecamatan.

Sementara dari data terkahir yang dihimpun, sejak April tercatat sudah ada sebanyak 190 PMKS yang ditemukan, didominasi oleh anak jalanan yang mencapai 119.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar , Achi Soleman mengaku belum melakukan sinkronisasi data dengan Dinas Sosial terkait anjal. Meski demikian, dia menyebut memanag terjadi banyak eksploitasi anak di Kota Makassar.

"Tidak hanya Dinsos, yang kami dapatkan pun dari tim kami, entah dari shelter warga juga sampaikan, memang ada beberapa titik yang terjadi eksploitasi anak. Tahun lalu di Panakkukang kita juga dapat, itu ada mamanya hanya menunggu anaknya pergi mengemis," katanya.

Baca Juga: PMKS di Makassar Tinggi, Legislator: Jadi PR untuk Dituntaskan

Hal itu jelas melanggar UU Perlindungan anak dan Perda No 5 tahun 2018 tentang Perlindungan Anak. "Kalau anak bekerja itu masih ada ambang batas entah dia masih sekolah, kalau pekerja anak itu dia sudah sepanjang waktu dia bekerja, jadi sebenarnya ini sudah langgar UU dan Perda No 5," katanya.

Sejauh ini, pihaknya telah memberikan masukan ke orang tua yang terjaring. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada anak-anak yang mengemis. Banyaknya jumlah anjal juga salah satunya dipengaruhi masyarakat cenderung memberikan uang.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Sebut Terapis...
Polisi Sebut Terapis Wanita Tewas di Pejaten Pernah Kerja di Bali
Terapis Tewas di Pejaten...
Terapis Tewas di Pejaten Ternyata Lamar Kerja Pakai KTP Kerabat, Kok Bisa?
Kasus Terapis Spa Tewas...
Kasus Terapis Spa Tewas di Pejaten, Polisi Selidiki ABG Lain yang Dipekerjakan
Polres Jaksel Dalami...
Polres Jaksel Dalami Dugaan Eksploitasi Anak di Kasus Tewasnya Terapis di Pejaten
Bongkar Kasus Eksploitasi...
Bongkar Kasus Eksploitasi Anak Jadi LC hingga Hamil, Polisi Tangkap 10 Pelaku
Begini Cara Napi Lapas...
Begini Cara Napi Lapas Cipinang Kendalikan Prostitusi Anak, Korban Dijual Rp1,5 Juta
Rayyanza Punya Podcast...
Rayyanza Punya Podcast Sendiri, Raffi Ahmad Dituding Eksploitasi Anak
Kasus Dugaan Eksploitasi...
Kasus Dugaan Eksploitasi Anak: Al Ghazali Diperiksa, Ahmad Dhani Serahkan Bukti Tambahan
Penjualan Konten Pornografi...
Penjualan Konten Pornografi Anak di Grup Telegram Dibongkar, Begini Modusnya
Rekomendasi
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Pesan Menyentuh Ruben...
Pesan Menyentuh Ruben Onsu untuk Anak di Hari Ulang Tahun, Singgung Kenangan yang Masih Disimpan
Berita Terkini
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved