Polisi Klaim Tekan Penularan Covid-19 Lewat Operasi Patuh
Minggu, 03 Oktober 2021 - 23:10 WIB
loading...
Aparat kepolisian melakukan operasi patuh 2021. Foto: SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A
A
A
MAKASSAR - Pelaksanaan operasi patuh yang dimulai sejak Senin 20 September, berakhir hari ini, Minggu 3 Oktober 2021. Selama operasi, polisi mengklaim turut membantu pemerintah menekan laju penularan Covid-19 di Kota Makassar.
Kasatlantas Polrestabes Makassar, AKBP Andi Kumara menyatakan, operasi patuh tahun ini, memang tidak mengedepankan penindakan hukum. Sasarannya lebih ke peningkatan disiplin protokol kesehatan masyarakat.
Baca juga:Polda Sulsel Utamakan Pendekatan Humanis saat Operasi Patuh 2021
"Selama ini kita sudah melakukan hal-hal yang membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid 19. Kita lakukan imbauan-imbauan, bakti sosial, dan memasifkan vaksinasi, hasilnya Pandemi di Makassar sudah membaik," katanya kepada SINDOnews, Minggu (3/10).
Dia menambahkan, salah satu program yang paling andil yakni, mobil vaksinasi keliling, di mana ada bilik khusus yang disediakan untuk perempuan berhijab. "Sebagai langkah Polri dalam membantu pemerintah menekan laju penyebaran Covid-19," jelasnya.
Kumara menjelaskan, dalam operasi patuh ini, pihaknya tidak melakukan penilangan kepada pengendara. Hal itulah yang membedakan operasi patuh tahun ini, dengan tahun-tahun sebelumnya. Dia bilang pihaknya lebih mengedepankan pendekatan preemtif, preventif dan persuasif yang humanis.
"Andaikan ada pelanggar yang fatal, itu bisa ditindak, tapi tidak masuk dalam (laporan) operasi patuh, karena kita tidak ada yang harus dilaporkan terkait penindakan hukum. Tapi terkait penanganan pandemi itu (dilaporkan). Tapi tidak menghilangkan tugas untuk kamseltibcar lantas yang mantap," tegasnya.
Baca juga:Operasi Zebra Rinjani, Kirain Mau Ditilang Tak Tahunya Dapat Hadiah Helm dan Masker
Alumni Akademi Kepolisian tahun 2002 ini menyatakan program mobil vaksinasi itu akan terus berlanjut meski operasi patuh sudah berakhir. "Kita akan maksimalkan lagi. Karena kita lihat masyarakat antusias dengan adanya mobil vaksinasi ini. Tujuannya agar tercipta herd immunity di Kota Makassar," papar Kumara.
Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Sulsel, Kompol Erwin Syah menambahkan selama kurang lebih dua pekan operasi patuh, pertumbuhan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas trendnya sangat baik. Itu diklaim tak lepas dari kinerja anggotanya yang terus melakukan langkah sesuai instruksi pada operasi ini.
"Dalam hal penerangan dan penyuluhan dilaporkan naik 1039% dari tahun 2020, sementara penyebaran dan pemasangan spanduk, leaflet, sticker, billboard dan lainnya, trennya naik 999,68 % dari tahun 2020. Itu semua bagian program pendidikan masyarakat lalu lintas atau Dikmas," ucapnya.
Baca juga:Operasi Patuh 2020 Selesai, Kakorlantas: Pelanggaran Lalu Lintas Menurun
Dia merincikan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli pada tahun 2021 ini dilakukan 22.401 kali, naik 61,71 % dari tahun 2020 yang hanya 13.853 kali. Sementara dalam membantu pemerintah pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat Provinsi, rerata dilakukan 10 ribu sampai 13 ribu kali.
"Untuk PPKM antar kota dan kabupaten pembatasan mobilitas dilakukan 22.211 kali oleh seluruh jajaran, sementara pengendalian mobilitas itu 22.384 kali. Jajaran juga melakukan giat bakti sosial yang terhitung 39.446 kali. Itu semua hasil laporan operasi patuh tahun ini," terang Alumni Akpol tahun 2004 ini.
Kasatlantas Polrestabes Makassar, AKBP Andi Kumara menyatakan, operasi patuh tahun ini, memang tidak mengedepankan penindakan hukum. Sasarannya lebih ke peningkatan disiplin protokol kesehatan masyarakat.
Baca juga:Polda Sulsel Utamakan Pendekatan Humanis saat Operasi Patuh 2021
"Selama ini kita sudah melakukan hal-hal yang membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid 19. Kita lakukan imbauan-imbauan, bakti sosial, dan memasifkan vaksinasi, hasilnya Pandemi di Makassar sudah membaik," katanya kepada SINDOnews, Minggu (3/10).
Dia menambahkan, salah satu program yang paling andil yakni, mobil vaksinasi keliling, di mana ada bilik khusus yang disediakan untuk perempuan berhijab. "Sebagai langkah Polri dalam membantu pemerintah menekan laju penyebaran Covid-19," jelasnya.
Kumara menjelaskan, dalam operasi patuh ini, pihaknya tidak melakukan penilangan kepada pengendara. Hal itulah yang membedakan operasi patuh tahun ini, dengan tahun-tahun sebelumnya. Dia bilang pihaknya lebih mengedepankan pendekatan preemtif, preventif dan persuasif yang humanis.
"Andaikan ada pelanggar yang fatal, itu bisa ditindak, tapi tidak masuk dalam (laporan) operasi patuh, karena kita tidak ada yang harus dilaporkan terkait penindakan hukum. Tapi terkait penanganan pandemi itu (dilaporkan). Tapi tidak menghilangkan tugas untuk kamseltibcar lantas yang mantap," tegasnya.
Baca juga:Operasi Zebra Rinjani, Kirain Mau Ditilang Tak Tahunya Dapat Hadiah Helm dan Masker
Alumni Akademi Kepolisian tahun 2002 ini menyatakan program mobil vaksinasi itu akan terus berlanjut meski operasi patuh sudah berakhir. "Kita akan maksimalkan lagi. Karena kita lihat masyarakat antusias dengan adanya mobil vaksinasi ini. Tujuannya agar tercipta herd immunity di Kota Makassar," papar Kumara.
Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Sulsel, Kompol Erwin Syah menambahkan selama kurang lebih dua pekan operasi patuh, pertumbuhan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas trendnya sangat baik. Itu diklaim tak lepas dari kinerja anggotanya yang terus melakukan langkah sesuai instruksi pada operasi ini.
"Dalam hal penerangan dan penyuluhan dilaporkan naik 1039% dari tahun 2020, sementara penyebaran dan pemasangan spanduk, leaflet, sticker, billboard dan lainnya, trennya naik 999,68 % dari tahun 2020. Itu semua bagian program pendidikan masyarakat lalu lintas atau Dikmas," ucapnya.
Baca juga:Operasi Patuh 2020 Selesai, Kakorlantas: Pelanggaran Lalu Lintas Menurun
Dia merincikan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli pada tahun 2021 ini dilakukan 22.401 kali, naik 61,71 % dari tahun 2020 yang hanya 13.853 kali. Sementara dalam membantu pemerintah pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat Provinsi, rerata dilakukan 10 ribu sampai 13 ribu kali.
"Untuk PPKM antar kota dan kabupaten pembatasan mobilitas dilakukan 22.211 kali oleh seluruh jajaran, sementara pengendalian mobilitas itu 22.384 kali. Jajaran juga melakukan giat bakti sosial yang terhitung 39.446 kali. Itu semua hasil laporan operasi patuh tahun ini," terang Alumni Akpol tahun 2004 ini.
(luq)
Lihat Juga :