PKS Sulsel Dorong Agustan Ranreng Bertarung di Pilkada Wajo 2024
Minggu, 03 Oktober 2021 - 21:45 WIB
loading...
Ketua DPD PKS Wajo Agustan Ranreng didorong maju pada Pilkada Wajo 2024, sebagaimana permintaan pihak DPW PKS Sulsel dalam Rakerda PKS Wajo, kemarin. Foto: Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Wajo menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Glory Convention Center, kemarin. Dalam pembukaan rakerda, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Sulsel, Amri Arsyid, meminta Ketua DPD PKS Wajo, Agustan Ranreng, untuk siap bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 .
Ia menjelaskan pelaksanaan rakerda merupakan ajang konsolidasi internal partai dalam mempersiapkan kader untuk merebut kemenangan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pilkada. PKS tentu akan mempersiapkan kader terbaiknya untuk bisa maju pada Pilkada 2024 mendatang.
Baca Juga: Duo Amran Diprediksi Saling Berhadapan Pilkada Wajo Mendatang
"Sesuai mandatori partai, ketua DPD harus siap maju untuk berkontestasi di daerah masing-masing pada pemilu mendatang. Kami dari DPW akan merestui itu," ujar Amri.
Selain mendorong Agustan bertarung pada Pilkada 202 4, Amri juga menekankan kepada seluruh elemen dan kader partai untuk mencari tokoh perempuan potensial untuk dijadikan kader. Hal itu untuk memenuhi 30% kuota keterwakilan Kaum Hawa di parlemen.
Ia menjelaskan pelaksanaan rakerda merupakan ajang konsolidasi internal partai dalam mempersiapkan kader untuk merebut kemenangan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pilkada. PKS tentu akan mempersiapkan kader terbaiknya untuk bisa maju pada Pilkada 2024 mendatang.
Baca Juga: Duo Amran Diprediksi Saling Berhadapan Pilkada Wajo Mendatang
"Sesuai mandatori partai, ketua DPD harus siap maju untuk berkontestasi di daerah masing-masing pada pemilu mendatang. Kami dari DPW akan merestui itu," ujar Amri.
Selain mendorong Agustan bertarung pada Pilkada 202 4, Amri juga menekankan kepada seluruh elemen dan kader partai untuk mencari tokoh perempuan potensial untuk dijadikan kader. Hal itu untuk memenuhi 30% kuota keterwakilan Kaum Hawa di parlemen.
Lihat Juga :