Kisah Tragedi Pembantaian PKI di Solo dan Banjir Besar
Minggu, 03 Oktober 2021 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari buku Yong Witono berjudul Suara di Balik Prahara (2011:284) disebutkan banyak peristiwa terjadi di sana.
"Sekitar bulan Desember awal, ketika melewati Sungai Bengawan Solo, saya melihat banyak sekali orang-orang diikat, trus dijajar di pinggiran Bengawan Solo,” kata Yong Witono. Baca: Kesabaran Mbah Jamilah dan Komitmen Perindo Bantu Wujudkan Herd Immunity.
Konflik antara simpatisan PKI dan masyarakat diduga terus terjadi hingga tahun 1966. Banyak masyarakat yang mengeulu-elukan kedatangan RPKAD yang akan melakukan pembersihan PKI di Solo. Sementara Solo sendiri memiliki basis pendukung PKI yang cukup kuat.
Suatu waktu, turunlah banjir yang terjadi pada 15 Maret 1966. Banjir terjadi akibat hujan yang terus mengguyur Solo tanpa henti. Air meluap dimana mana. Kondisi kota saat itupun dilanda banjir. Baca Juga: 26 Ekor Buaya Ganas Berhasil Dijerat Tim BKSDA Jambi.
Banjir inilah yang disebut sebut banyak pihak menjadi titik balik kondisi Solo berangsur kondusif. Banyak pihak menahan diri, lantaran fokus melakukan penanganan banjir.
"Sekitar bulan Desember awal, ketika melewati Sungai Bengawan Solo, saya melihat banyak sekali orang-orang diikat, trus dijajar di pinggiran Bengawan Solo,” kata Yong Witono. Baca: Kesabaran Mbah Jamilah dan Komitmen Perindo Bantu Wujudkan Herd Immunity.
Konflik antara simpatisan PKI dan masyarakat diduga terus terjadi hingga tahun 1966. Banyak masyarakat yang mengeulu-elukan kedatangan RPKAD yang akan melakukan pembersihan PKI di Solo. Sementara Solo sendiri memiliki basis pendukung PKI yang cukup kuat.
Suatu waktu, turunlah banjir yang terjadi pada 15 Maret 1966. Banjir terjadi akibat hujan yang terus mengguyur Solo tanpa henti. Air meluap dimana mana. Kondisi kota saat itupun dilanda banjir. Baca Juga: 26 Ekor Buaya Ganas Berhasil Dijerat Tim BKSDA Jambi.
Banjir inilah yang disebut sebut banyak pihak menjadi titik balik kondisi Solo berangsur kondusif. Banyak pihak menahan diri, lantaran fokus melakukan penanganan banjir.
(nag)
Lihat Juga :