Dompet Dhuafa Bersama Yayasan Kalla dan IMZ Lakukan Pelatihan PFA di Sulbar
Minggu, 03 Oktober 2021 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Dalam tahap pelatihan pertolongan pertama pada psikologi ini, para peserta diberi bekal landasan PFA yang meliputi pengamatan situasi keamanan, gejala serta bantuan yang dibutuhkan korban serta melakukan pendekatan sebagai pendengar aktif untuk membantu korban menenangkan diri dan kemudian nantinya akan menghubungkan korban ke tenaga profesional sesuai kebutuhannya.
PIC Teknis Assesment IMZ Consulting, Riki Wirahmawan mengungkapkan tujuan dari Training PFA ini yaitu untuk memahami cara mengidentifikasi berbagai macam gangguan psikologis yang dialami individu ketika bencana, memahami konsep kerangka kerja dan langkah PFA serta meningkatkan kemampuan teknik pendampingan psikososial di masa respons hingga pemulihan bencana.
Baca Juga: Layanan Dompet Digital Dana Bisnis Klaim Jangkau UMKM di 1.100 Desa
“Semoga setiap peserta yang hadir mendapatkan berbagai macam insight dari proses pelatihan ini baik materi hingga relasi, sadar akan begitu dibutuhkan dirinya di tengah masyarakat dalam menyikapi kondisi alam yang tidak terprediksi, mampu memahami dengan baik dan terampil secara sistematis dan profesional dalam menangani efek psikososial penyintas sehingga siap untuk diterjunkan ke lapangan,” tuturnya.
PIC Teknis Assesment IMZ Consulting, Riki Wirahmawan mengungkapkan tujuan dari Training PFA ini yaitu untuk memahami cara mengidentifikasi berbagai macam gangguan psikologis yang dialami individu ketika bencana, memahami konsep kerangka kerja dan langkah PFA serta meningkatkan kemampuan teknik pendampingan psikososial di masa respons hingga pemulihan bencana.
Baca Juga: Layanan Dompet Digital Dana Bisnis Klaim Jangkau UMKM di 1.100 Desa
“Semoga setiap peserta yang hadir mendapatkan berbagai macam insight dari proses pelatihan ini baik materi hingga relasi, sadar akan begitu dibutuhkan dirinya di tengah masyarakat dalam menyikapi kondisi alam yang tidak terprediksi, mampu memahami dengan baik dan terampil secara sistematis dan profesional dalam menangani efek psikososial penyintas sehingga siap untuk diterjunkan ke lapangan,” tuturnya.
(agn)
Lihat Juga :