Berikut Lima Fakta vs Katanya Tentang Formula E
Rabu, 29 September 2021 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
2. Katanya, Formula E hanya untung jika dilaksanakan 5 tahun.
Mengapa Formula E dilaksanakan selama 5 tahun berturut-turut? Hanya 2 kota yang melaksanakan secara berturut-turut dan bahkan mereka merugi. (Baca juga; Fraksi PAN DPRD DKI Nilai Interpelasi Formula E Kurang Tepat )
Faktanya, investasi infrastruktur jadi optimal jika infrastruktur itu dimanfaatkan bukan hanya untuk satu kali penyelenggaraan. Justru merugikan jika formula E hanya dilaksanakan sekali karena biaya infrastruktur balapan yang merupakan salah satu pos pengeluaran terbesar menjadi tidak termanfaatkan beberapa kali.
"Akibat pandemi, dilakukan review ulang atas semua kerja sama Formula E di semua kota. Hasilnya periode pelaksanaan disesuaikan tiga tahun, yaitu 2022, 2023 dan 2024. Tiga tahun merupakan waktu yang tepat untuk memaksimalkan manfaat dan dampak ekonomi," jelasnya.
3. Katanya komitmen fee Rp2,3 Triliun dan biaya pelaksanaan Rp4,4 Triliun.
Faktanya, komitmen fee adalah Rp560 Miliar dan bukan hanya untuk tahun pertama, tapi untuk semua tahun penyelenggaraan. Pembiayaan berasal dari APBD 2019 sebelum adanya pandemi 2020. Kegiatan Formula E ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD dan menjadi Perda No 7 Tahun 2019.
Kegiatan Formula E tidak ditetapkan dalam peraturan Gubernur secara Independen. Artinya, disepakati oleh DPRD dan eksekutif. "Tidak ada lagi tambahan biaya dari APBD untuk pelaksanaan Formula E, baik untuk 2022, 2023 dan 2024," tuturnya. (Baca juga; Ariza Pastikan Jakarta Tetap Gelar Balapan Formula E pada 2022 )
Mengapa Formula E dilaksanakan selama 5 tahun berturut-turut? Hanya 2 kota yang melaksanakan secara berturut-turut dan bahkan mereka merugi. (Baca juga; Fraksi PAN DPRD DKI Nilai Interpelasi Formula E Kurang Tepat )
Faktanya, investasi infrastruktur jadi optimal jika infrastruktur itu dimanfaatkan bukan hanya untuk satu kali penyelenggaraan. Justru merugikan jika formula E hanya dilaksanakan sekali karena biaya infrastruktur balapan yang merupakan salah satu pos pengeluaran terbesar menjadi tidak termanfaatkan beberapa kali.
"Akibat pandemi, dilakukan review ulang atas semua kerja sama Formula E di semua kota. Hasilnya periode pelaksanaan disesuaikan tiga tahun, yaitu 2022, 2023 dan 2024. Tiga tahun merupakan waktu yang tepat untuk memaksimalkan manfaat dan dampak ekonomi," jelasnya.
3. Katanya komitmen fee Rp2,3 Triliun dan biaya pelaksanaan Rp4,4 Triliun.
Faktanya, komitmen fee adalah Rp560 Miliar dan bukan hanya untuk tahun pertama, tapi untuk semua tahun penyelenggaraan. Pembiayaan berasal dari APBD 2019 sebelum adanya pandemi 2020. Kegiatan Formula E ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD dan menjadi Perda No 7 Tahun 2019.
Kegiatan Formula E tidak ditetapkan dalam peraturan Gubernur secara Independen. Artinya, disepakati oleh DPRD dan eksekutif. "Tidak ada lagi tambahan biaya dari APBD untuk pelaksanaan Formula E, baik untuk 2022, 2023 dan 2024," tuturnya. (Baca juga; Ariza Pastikan Jakarta Tetap Gelar Balapan Formula E pada 2022 )
Lihat Juga :