28 Ribu Pelaku Industri Pariwisata di Jawa Barat Tuntas Divaksin
Selasa, 28 September 2021 - 06:19 WIB
loading...
A
A
A
"Sejauh ini, yang sudah tuntas divaksin mencapai 28.000-an orang. Selain pelaku industri pariwisata, vaksinasi juga menyasar seniman dan budayawan," katanya.
Selain upaya 3 T dan vaksinasi, lanjut Dedi, pihaknya juga melakukan pendekatan dengan aplikasi PeduliLindungi yang sudah mulai diujicobakan di beberapa daerah berstatus level tiga dan dua di Jabar. Baca: 25 Gardu di Pantura Sempat Padam, PLN:Penyebabnya Masih Diinvestigasi.
"Ini merupakan langkah bagus kesiapan kita di dunia pariwisata. Selain aplikasi, kita kedepankan juga persyaratannya, yakni vaksinasi dan early warning-nya rapid antigen. Itu langkah untuk reborn tourism di Jawa Barat," tegas Dedi seraya menyebut jargon Dont Danic-Do Vaksin-Go Picnic.
Terkait kegiatan vaksinasi massal di Pusdikav Padalarang, Dedi menyebutkan bahwa vaksinasi massal yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu menyasar 7.500 pelaku industri pariwisata, termasuk masyarakat umum.
Kegiatan vaksinasi massal dosis kedua tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Pariwisata Dunia yang dilaksanakan sejak Jumat (24/9/2021) hingga Selasa (28/9/2021). Kegiatan vaksinasi juga diwarnai hiburan kesenian dimana seluruh pengisi acara sudah melalui proses tes COVID-19 dan menerapkan protokol kesehatan (proses) ketat. Baca Juga: Polres Simalungun Bekuk Komplotan Pencuri Motor yang Kerap Beraksi di Masjid.
"Antusiasmenya sangat luar biasa. Hari pertama 1.500 orang, hari kedua 1.500 orang. Kemarin 2.018, sekarang 1.500 orang. Targetnya pasti tercapai," tandas Dedi.
Selain upaya 3 T dan vaksinasi, lanjut Dedi, pihaknya juga melakukan pendekatan dengan aplikasi PeduliLindungi yang sudah mulai diujicobakan di beberapa daerah berstatus level tiga dan dua di Jabar. Baca: 25 Gardu di Pantura Sempat Padam, PLN:Penyebabnya Masih Diinvestigasi.
"Ini merupakan langkah bagus kesiapan kita di dunia pariwisata. Selain aplikasi, kita kedepankan juga persyaratannya, yakni vaksinasi dan early warning-nya rapid antigen. Itu langkah untuk reborn tourism di Jawa Barat," tegas Dedi seraya menyebut jargon Dont Danic-Do Vaksin-Go Picnic.
Terkait kegiatan vaksinasi massal di Pusdikav Padalarang, Dedi menyebutkan bahwa vaksinasi massal yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu menyasar 7.500 pelaku industri pariwisata, termasuk masyarakat umum.
Kegiatan vaksinasi massal dosis kedua tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Pariwisata Dunia yang dilaksanakan sejak Jumat (24/9/2021) hingga Selasa (28/9/2021). Kegiatan vaksinasi juga diwarnai hiburan kesenian dimana seluruh pengisi acara sudah melalui proses tes COVID-19 dan menerapkan protokol kesehatan (proses) ketat. Baca Juga: Polres Simalungun Bekuk Komplotan Pencuri Motor yang Kerap Beraksi di Masjid.
"Antusiasmenya sangat luar biasa. Hari pertama 1.500 orang, hari kedua 1.500 orang. Kemarin 2.018, sekarang 1.500 orang. Targetnya pasti tercapai," tandas Dedi.
(nag)
Lihat Juga :