28 Ribu Pelaku Industri Pariwisata di Jawa Barat Tuntas Divaksin

Selasa, 28 September 2021 - 06:19 WIB
loading...
28 Ribu Pelaku Industri...
Vaksinasi COVID-19 yang bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity sangat penting dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata. SINDOnews/Agung
A A A
BANDUNG - Perlahan tapi pasti, sektor pariwisata di Jawa Barat yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19 mulai menunjukkan kebangkitan seiring kebijakan relaksasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Kebangkitan sektor pariwisata tersebut terus dibarengi upaya pencegahan penularan COVID-19 dan percepatan vaksinasi, khususnya bagi para pelaku industri pariwisata, termasuk seniman dan budayawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik mengatakan, vaksinasi COVID-19 yang bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity sangat penting dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata.

Apalagi, kata Dedi, Jabar kini sudah lepas dari zona merah atau daerah berisiko tinggi penularan COVID-19 menjadi zona oranye dan menuju zona kuning. Kemudian, wilayah kabupaten/kota yang berstatus level tiga kini tinggal 17 kabupaten/kota dan 10 kabupaten lainnya berstatus level dua.

Diakui Dedi, seiring kebijakan relaksasi, sektor pariwisata di Jabar perlahan mulai bangkit. Kondisi tersebut dibarengi upaya pencegahan penularan COVID-19 di tempat wisata melalui penerapan 3T atau tracing, tracing, dan treatment serta vaksinasi seluruh pelaku industri pariwisata.

"Herd immunity itu penting, sehingga kita menyiapkan pranata di lapangan, salah satunya early warning melalui rapid antigen di tempat wisata. Untuk awal kita melakukan 3T," ujar Dedi di sela kegiatan vaksinasi massal bagi pelaku industri pariwisata di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (27/9/2021).

Dedi menekankan, pihaknya gencar melakukan vaksinasi bagi para pelaku industri pariwisata di Jabar yang jumlah keseluruhannya mencapai 96.545 orang.

"Sejauh ini, yang sudah tuntas divaksin mencapai 28.000-an orang. Selain pelaku industri pariwisata, vaksinasi juga menyasar seniman dan budayawan," katanya.

Selain upaya 3 T dan vaksinasi, lanjut Dedi, pihaknya juga melakukan pendekatan dengan aplikasi PeduliLindungi yang sudah mulai diujicobakan di beberapa daerah berstatus level tiga dan dua di Jabar. Baca: 25 Gardu di Pantura Sempat Padam, PLN:Penyebabnya Masih Diinvestigasi.

"Ini merupakan langkah bagus kesiapan kita di dunia pariwisata. Selain aplikasi, kita kedepankan juga persyaratannya, yakni vaksinasi dan early warning-nya rapid antigen. Itu langkah untuk reborn tourism di Jawa Barat," tegas Dedi seraya menyebut jargon Dont Danic-Do Vaksin-Go Picnic.

Terkait kegiatan vaksinasi massal di Pusdikav Padalarang, Dedi menyebutkan bahwa vaksinasi massal yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu menyasar 7.500 pelaku industri pariwisata, termasuk masyarakat umum.

Kegiatan vaksinasi massal dosis kedua tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Pariwisata Dunia yang dilaksanakan sejak Jumat (24/9/2021) hingga Selasa (28/9/2021). Kegiatan vaksinasi juga diwarnai hiburan kesenian dimana seluruh pengisi acara sudah melalui proses tes COVID-19 dan menerapkan protokol kesehatan (proses) ketat. Baca Juga: Polres Simalungun Bekuk Komplotan Pencuri Motor yang Kerap Beraksi di Masjid.

"Antusiasmenya sangat luar biasa. Hari pertama 1.500 orang, hari kedua 1.500 orang. Kemarin 2.018, sekarang 1.500 orang. Targetnya pasti tercapai," tandas Dedi.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Caketum HIPMI Reynaldo:...
Caketum HIPMI Reynaldo: Pariwisata Penggerak Ekonomi Nasional
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Musda XI Tetapkan Daniel...
Musda XI Tetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Rekomendasi
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
Keunikan Macan Tutul...
Keunikan Macan Tutul Jawa di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved