Ridwan Kamil Ragukan Data Ratusan Sekolah di Jabar Jadi Klaster COVID-19

Jum'at, 24 September 2021 - 20:29 WIB
loading...
Ridwan Kamil Ragukan...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat memberikan keterangan pers secara virtual, Kamis (24/9/2021). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meragukan data yang menyebutkan ratusan sekolah di Jabar menjadi klaster penyebaran COVID-19.

Diketahui, berdasarkan survei Kemendikbud Ristek terhadap sekolah yang dipublikasikan pada laman sekolah.data.kemdikbud.go.id per Kamis, 23 September 2021, terdapat 149 klaster COVID-19 sekolah ditemukan selama pembelajaran tatap muka (PTM) di Provinsi Jabar.

Baca juga: Ridwan Kamil Bagi-bagi Beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship untuk 1.253 Mahasiswa

Jumlah sekolah tersebut setara dengan 2,25 persen dari total 6.616 sekolah di Jabar yang telah mengisi survei. Dalam klaster tersebut, terungkap bahwa 1.152 guru dan tenaga kependidikan serta 2.478 siswa terpapar COVID-19.

Persentase klaster COVID-19 paling tinggi didapati pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMA) sebanyak 4,66 persen atau 16 sekolah dari 343 sekolah. Di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 29 sekolah atau 1,89 persen dan di jenjang Sekolah Dasar (SD) ada 61 sekolah atau 2,14 persen.

Sementara klaster Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdapat 24 sekolah atau 2,15 persen dan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ada sembilan sekolah atau 1,72 persen serta Sekolah Luar Biasa (SLB) terdapat dua sekolah atau 2,06 persen.

Baca juga: Pemerintahan Anies, Ganjar, dan Ridwan Kamil Segera Berakhir, Bagaimana Kans Capres 2024 Mereka?

"Nah ini yang penting ada temuan Kemendikbud Ristek ada 150 katanya klaster sekolah di Jabar Covid, tapi laporan hari ini dari Dinas Pendidikan kami bahwa itu datanya belum valid, sudah dicek ke pusat dari mana datanya itu masih belum terkonfimasi ya," ungkap Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang digelar virtual, Jumat (24/9/2021).

"Sehingga, dari kepala dinas pendidikan melaporkan bahwa data itu masih belum bisa dikutip secara resmi karena datanya belum pasti. Jadi, kami belum bisa mengiyakan benar terjadi klaster di 149 (sekolah) karena kalau ada, maka komite duluan pasti sudah mendapatkan datanya. Tim dari Disdik Jabar mengecek dan hasilnya masih belum bisa dikonfirmasi," papar dia melanjutkan.

Lebih lanjut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengakui, idealnya seluruh siswa yang menjalani PTM sudah divaksin. Namun, kata Kang Emil, surat edaran dari Kemendikbud Ristek tidak mengharuskan siswa divaksin dulu.

"Jadi kita melakukan dua proses secara bersamaan, yang penting dia berada di PPKM Level 3 maka sudah boleh tatap muka walaupun belum divaksin, tapi kita terus mengupayakan vaksinasi semaksimal mungkin," ujarnya.

Secara umum, Kang Emil pun mengklaim bahwa capaian vaksinasi harian Jabar sudah tertinggi di Indonesiadengan kecepatan 300.000 dosis per hari disusul Jawa Tengah 250.000 dosis per hari, Jawa Timur 219.000 dosis per hari, Banten 77.000 dosis per hari, Sumatera Utara 70.000 dosis per hari, dan DKI Jakarta 62.000 dosis per hari.

"Nah, Jabar sudah 311.000 dosis per hari, jadi sudah sangat tinggi. Jadi sudah kita arahkan maksimalkan juga ke para siswa yang akan melakukan tatap muka karena tidak ada lagi PPKM Level 4 di Jabar. Bahkan, dari laporan BNPB terkait kewaspadaan, minggu ini 100 persen Jabar kewaspadaan rendah alias kuning," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Kang Emil juga menyinggung soal tingkat keterisian tempat tidur atau beda occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar yang terus membaik. Dia menyebutkan, BOR RS COVID-19 Jabar kini sudah turun tajam hingga hanya 6,2 persen.

"Jadi ini terendah. Artinya, 0,42 persen positivity rate juga sudah di bawah jauh (dari standar) WHO yang 5 persen, kita di jabar hanya 1,48 persen, kemudian sudah zona kuning semua dan kasus aktif tinggal 3.800," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
KPK Belum Panggil Ridwan...
KPK Belum Panggil Ridwan Kamil di Kasus BJB, Setyo Budiyanto: Sedang Dikaji
Musda XI Tetapkan Daniel...
Musda XI Tetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat
Wapres Gibran Tinjau...
Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi Longsor Bandung Barat
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Kisah Karin Manuela...
Kisah Karin Manuela di Audisi Miss Indonesia 2026, Bangkit Setelah Gagal Tahun Lalu
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
Usia Pensiun Pekerja...
Usia Pensiun Pekerja di Indonesia Naik Jadi 59 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved