Geger Temuan Macan Tutul Jawa, Gunung Sanggabuana Jadi Taman Nasional
Jum'at, 24 September 2021 - 01:17 WIB
loading...
A
A
A
Kamera perangkap dengan sensor gerak dan infra merah yang dipasang mantan bupati Purwakarta dan tim Sanggabuana Wildlife Expedition ini ternyata berhasil merekammacantutuljawa.
Baca juga: Raja Angling Dharma di Pandeglang Suka Naik Kuda dan Punya 4 Istri
Selain merekammacantutuljawa, sejumlah kamera perangkap yang dipasang juga berhasil merekam musang, babi hutan, hingga rusa serta masyarakat yang berkegiatan di dalam hutan.
"Kita sengaja memasang kamera perangkap ini untuk membuktikan keberadaan satwa langka endemik jawa yang ada di gunung Sanggabuana," ujar Dedi, Senin (20/9/2021).
Leader Sanggabuana Wildlife Expedition yang juga peneliti satwa liar, Bernard T Wahyu Wiryanta mengatakan, tertangkapnyamacantutuljawa melalui kamera perangkap merupakan kabar yang menggembirakan.
"Ini bukan hanya berlaku untukmacantutuljawa saja, tetapi juga untuk elang jawa (Nisaetus bartelsi), owa jawa (Hylobates moloch) dan lutung jawa (Trachypithecus auratus). Empat spesies satwa endemik jawa ini banyak ditemukan di Sanggabuana, yang notabene bukan kawasan konservasi. Dan populasinya masih banyak," paparnya.
Baca juga: Raja Angling Dharma di Pandeglang Suka Naik Kuda dan Punya 4 Istri
Selain merekammacantutuljawa, sejumlah kamera perangkap yang dipasang juga berhasil merekam musang, babi hutan, hingga rusa serta masyarakat yang berkegiatan di dalam hutan.
"Kita sengaja memasang kamera perangkap ini untuk membuktikan keberadaan satwa langka endemik jawa yang ada di gunung Sanggabuana," ujar Dedi, Senin (20/9/2021).
Leader Sanggabuana Wildlife Expedition yang juga peneliti satwa liar, Bernard T Wahyu Wiryanta mengatakan, tertangkapnyamacantutuljawa melalui kamera perangkap merupakan kabar yang menggembirakan.
"Ini bukan hanya berlaku untukmacantutuljawa saja, tetapi juga untuk elang jawa (Nisaetus bartelsi), owa jawa (Hylobates moloch) dan lutung jawa (Trachypithecus auratus). Empat spesies satwa endemik jawa ini banyak ditemukan di Sanggabuana, yang notabene bukan kawasan konservasi. Dan populasinya masih banyak," paparnya.
(nic)
Lihat Juga :