Pertama di Indonesia, Ribuan Guru serta Siswa Ikuti Uji Kompetensi Berbasis Literasi dan Numerasi
Rabu, 22 September 2021 - 15:06 WIB
loading...
Uji kompetensi berbasis literasi dan numerasi yang diadakan Kualita Pendidikan Indonesia secara massal dan serentak. Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Sebanyak 22.081 peserta dari pendidik maupun peserta didik mengikuti uji kompetensi berbasis Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM Akbar yang diadakan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI). Ini adalah yang pertama kali di Indonesia.
Uji kompetensi berbasis CBT (Computer Based Test) ini dilaksanakan mulai 15-17 September 2021 serentak di seluruh wilayah Indonesia. Terdapat 293 sekolah yang telah berpartisipasi di ujicoba ini dengan jumlah masing-masing di SD 245 sekolah dan SMP 48 sekolah.
Baca juga: 52 KA Lokal Daop 8 Surabaya Kembali Beroperasi, Penumpang Tak Wajib Bawa Hasil Tes PCR
Kegiatan ini untuk membantu sekolah-sekolah menyiapkan diri terutama membiasakan para guru dan siswanya dengan soal-soal berbasis literasi dan numerasi yang masih terasa 'asing' meskipun dalam keseharian telah diimplementasikan dalam pembelajaran.
Hal itu diakui para peserta usai mengikuti kegiatan. "Alhamdulillah, percobaan ujicoba AKM ini akan menjadi bekal bagi para guru, bagaimana nantinya dalam tatanan teknis bisa ditularkan ke siswa. Semakin sering, maka makin terasah. Sehingga mutu sekolah semakin meningkat," ujar Kepala SDIT Ihsanul Amal Amuntai, Mudzakkir, Rabu (22/9/2021).
Baca juga: Asyik, Anak Usia 12 Tahun Sudah Boleh Masuk Mal di Surabaya
Hal senada disampaikan Hamzah, guru di SD 3 YPPSB Sangatta. Dia menyampaikan, dengan adanya ujicoba ini menjadi tolak ukur kesiapan guru dan peserta didik untuk menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun ini.
Uji kompetensi berbasis CBT (Computer Based Test) ini dilaksanakan mulai 15-17 September 2021 serentak di seluruh wilayah Indonesia. Terdapat 293 sekolah yang telah berpartisipasi di ujicoba ini dengan jumlah masing-masing di SD 245 sekolah dan SMP 48 sekolah.
Baca juga: 52 KA Lokal Daop 8 Surabaya Kembali Beroperasi, Penumpang Tak Wajib Bawa Hasil Tes PCR
Kegiatan ini untuk membantu sekolah-sekolah menyiapkan diri terutama membiasakan para guru dan siswanya dengan soal-soal berbasis literasi dan numerasi yang masih terasa 'asing' meskipun dalam keseharian telah diimplementasikan dalam pembelajaran.
Hal itu diakui para peserta usai mengikuti kegiatan. "Alhamdulillah, percobaan ujicoba AKM ini akan menjadi bekal bagi para guru, bagaimana nantinya dalam tatanan teknis bisa ditularkan ke siswa. Semakin sering, maka makin terasah. Sehingga mutu sekolah semakin meningkat," ujar Kepala SDIT Ihsanul Amal Amuntai, Mudzakkir, Rabu (22/9/2021).
Baca juga: Asyik, Anak Usia 12 Tahun Sudah Boleh Masuk Mal di Surabaya
Hal senada disampaikan Hamzah, guru di SD 3 YPPSB Sangatta. Dia menyampaikan, dengan adanya ujicoba ini menjadi tolak ukur kesiapan guru dan peserta didik untuk menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun ini.
Lihat Juga :