Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pertama di Indonesia, Ribuan Guru serta Siswa Ikuti Uji Kompetensi Berbasis Literasi dan Numerasi

loading...
Pertama di Indonesia, Ribuan Guru serta Siswa Ikuti Uji Kompetensi Berbasis Literasi dan Numerasi
Uji kompetensi berbasis literasi dan numerasi yang diadakan Kualita Pendidikan Indonesia secara massal dan serentak. Foto/Ist
SURABAYA - Sebanyak 22.081 peserta dari pendidik maupun peserta didik mengikuti uji kompetensi berbasis Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM Akbar yang diadakan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI). Ini adalah yang pertama kali di Indonesia.

Uji kompetensi berbasis CBT (Computer Based Test) ini dilaksanakan mulai 15-17 September 2021 serentak di seluruh wilayah Indonesia. Terdapat 293 sekolah yang telah berpartisipasi di ujicoba ini dengan jumlah masing-masing di SD 245 sekolah dan SMP 48 sekolah.

Baca juga: 52 KA Lokal Daop 8 Surabaya Kembali Beroperasi, Penumpang Tak Wajib Bawa Hasil Tes PCR

Kegiatan ini untuk membantu sekolah-sekolah menyiapkan diri terutama membiasakan para guru dan siswanya dengan soal-soal berbasis literasi dan numerasi yang masih terasa 'asing' meskipun dalam keseharian telah diimplementasikan dalam pembelajaran.



Hal itu diakui para peserta usai mengikuti kegiatan. "Alhamdulillah, percobaan ujicoba AKM ini akan menjadi bekal bagi para guru, bagaimana nantinya dalam tatanan teknis bisa ditularkan ke siswa. Semakin sering, maka makin terasah. Sehingga mutu sekolah semakin meningkat," ujar Kepala SDIT Ihsanul Amal Amuntai, Mudzakkir, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Asyik, Anak Usia 12 Tahun Sudah Boleh Masuk Mal di Surabaya

Hal senada disampaikan Hamzah, guru di SD 3 YPPSB Sangatta. Dia menyampaikan, dengan adanya ujicoba ini menjadi tolak ukur kesiapan guru dan peserta didik untuk menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun ini.

Selain melangsungkan uji kompetensi secara daring, para peserta mendapatkan laporan hasil uji kompetensi yang telah diikuti. Serta, mendapatkan penguatan pada sesi FGD (Focus Group Discussion) yang telah dilaksanakan pada Sabtu, 18 September 2021 lalu.

"Harapannya setelah mengikuti ujicoba dan memperoleh hasilnya, pada kegiatan FGD juga dibahas tentang apa saja yang perlu ditindaklanjuti oleh sekolah dan para guru. Sebab, hasil tersebut seharusnya menjadi prioritas kebijakan pimpinan sekolah untuk merancang pembelajaran yang bermuara pada literasi dan numerasi," tutur Hamzah.

Kegiatan ujicoba akbar ini adalah salah satu rangkaian dari program yang dirancang oleh KPI untuk membantu sekolah menyiapkan diri. Bukan hanya dari sisi peserta didik, namun juga para pengajarnya, seperti OTC (Online Training Coaching) AKM untuk guru yang direncanakan pada 1 Oktober 2021 nanti.



Target utama dari serangkaian kegiatan ini ditujukan agar kebijakan AKM yang telah ditetapkan oleh Kemendibud benar-benar menjadi momen perubahan kegiatan belajar-mengajar yang lebih kontekstual serta menyiapkan generasi emas mendatang
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top