Sahabat UMI, Gerakkan Usaha Ultra Mikro Terdampak COVID-19
Minggu, 31 Mei 2020 - 21:08 WIB
loading...
ACT Jawa Timur menyalurkan sedekah modal usaha dalam program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI). Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Krisis kesehatan akibat COVID-19 yang berkepanjangan menimbulkan efek turunan yakni krisis ekonomi. Hal ini dirasakan masyarakat prasejahtera di Surabaya.
(Baca juga: Akhiri PSBB Malang Raya, Tidak Ada Penambahan Positif COVID-19 )
Fitri Nur Hidayati, janda dengan tiga anak yang masih kecil, suaminya meninggal dua tahun lalu. Fitri terpaksa bertahan hidup dengan memulai usaha jasa laundry, dengan mesin cuci hasil santunan kematian suaminya. Sebelum COVID-19 jasa cuci pakaian ini banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa yang kos di sekitar Tambaksari Surabaya.
"Sebelum ada virus Corona, kami masih bisa memenuhi kebutuhan hidup dari laundry, namun semenjak (virus) Corona menyebar, kampus dan sekolah libur tak ada lagi yang mencucikan pakaian di tempat kami" ujar Fitri.
Tim program Aksi Cepat Tanggap akhirnya menyambangi kediaman Bu Fitri untuk menyalurkan sedekah modal usaha dalam program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI). Program ini didesain untuk membantu usaha ultra mikro masyarakat yang tidak memiliki akses permodalan. Program Sahabat UMI ini diharapkan bisa menjadi stimulus untuk menggerakan roda ekonomi masyarakat di tengah pandemi.
![Sahabat UMI, Gerakkan Usaha Ultra Mikro Terdampak COVID-19]()
Selain Fitri, ada juga dua ibu rumah tangga lainnya yang juga disambangi tim ACT untuk menerima bantuan sahabat UMI ini dalam minggu ini. Yakni, Erna dan Eka Oktavia, keduanya adalah para perempuan tangguh yang masih terus berusaha bertahan dengan usahanya di tengah pandemi.
(Baca juga: Akhiri PSBB Malang Raya, Tidak Ada Penambahan Positif COVID-19 )
Fitri Nur Hidayati, janda dengan tiga anak yang masih kecil, suaminya meninggal dua tahun lalu. Fitri terpaksa bertahan hidup dengan memulai usaha jasa laundry, dengan mesin cuci hasil santunan kematian suaminya. Sebelum COVID-19 jasa cuci pakaian ini banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa yang kos di sekitar Tambaksari Surabaya.
"Sebelum ada virus Corona, kami masih bisa memenuhi kebutuhan hidup dari laundry, namun semenjak (virus) Corona menyebar, kampus dan sekolah libur tak ada lagi yang mencucikan pakaian di tempat kami" ujar Fitri.
Tim program Aksi Cepat Tanggap akhirnya menyambangi kediaman Bu Fitri untuk menyalurkan sedekah modal usaha dalam program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI). Program ini didesain untuk membantu usaha ultra mikro masyarakat yang tidak memiliki akses permodalan. Program Sahabat UMI ini diharapkan bisa menjadi stimulus untuk menggerakan roda ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

Selain Fitri, ada juga dua ibu rumah tangga lainnya yang juga disambangi tim ACT untuk menerima bantuan sahabat UMI ini dalam minggu ini. Yakni, Erna dan Eka Oktavia, keduanya adalah para perempuan tangguh yang masih terus berusaha bertahan dengan usahanya di tengah pandemi.
Lihat Juga :