Tangis Pecah di Papua, Suster Gabreilla Meilani Dibunuh KKB Secara Brutal
Kamis, 16 September 2021 - 19:56 WIB
loading...
A
A
A
"Enkau berjuang sampai kita merdeka sekalipun, bila tidak ada manusia yang mendiami bumi ini, untuk siapa kemerdekaan itu..? Menolak orang yang dianggap penjajah, bukan berarti dengan cara membunuh nakes yang sedang berjuang menyelamatkan manusia pemilik negeri ini," kata Yeremias.
"Sekalipun perang antar manusia terjadi. Baju putih adalah lambang kenetralan. Tidak boleh ada pihak yang memusuhinya dengan dalil apapun, apalagi membunuh dengan cara yang keji," tegasnya.
"Saya atas nama putra daerah, sekaligus mantan pemimpin yang merekrut almahrumah dan kawan-kawannya, menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya pejuang kemanusiaan. Suster Gabriella Meilani, jasa baikmu akan dikenang oleh kami dan semoga Tuhan Allah kita di Surga, dan menerimamu bersama kudusnya," ucap Yeremias.
Baca juga: Surabaya Akhirnya Level 1, Wali Kota Surabaya: Tak Boleh Lengah
Pihaknya juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga, dan permohonan maaf atas peristiwa yang keji dan tidak diinginkan semua pihak ini. "Hormat dan terimakasih kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami tidak berharap peristiwa ini, tetapi apa boleh buat sudah terjadi. Permohonan maaf kami kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Tuhan memberikan Kekuatan dan penghiburan kepada kita," tutupnya.
Pasca insiden tersebut, pasukan gabungan langsung melakukan pencarian dan evkuasi para korban. Suster Kristina Sampe berhasil ditemukan di jurang dalam kondisi selamat, namun penuh luka termasuk tusukan benda tajam.
Sementara, jenazah Suster Meilani juga berhasil ditemukan, namun informasinya belum berhasil dievakuasi, lantaran medan yang cukup sulit. Rencana evakuasi dilaksanakan hari ini Kamis(16/9/2021), namun gagal akibat cuaca yang buruk. Evakuasi akan dilanjutkan esok Jumat (17/9/2021).
"Sekalipun perang antar manusia terjadi. Baju putih adalah lambang kenetralan. Tidak boleh ada pihak yang memusuhinya dengan dalil apapun, apalagi membunuh dengan cara yang keji," tegasnya.
"Saya atas nama putra daerah, sekaligus mantan pemimpin yang merekrut almahrumah dan kawan-kawannya, menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya pejuang kemanusiaan. Suster Gabriella Meilani, jasa baikmu akan dikenang oleh kami dan semoga Tuhan Allah kita di Surga, dan menerimamu bersama kudusnya," ucap Yeremias.
Baca juga: Surabaya Akhirnya Level 1, Wali Kota Surabaya: Tak Boleh Lengah
Pihaknya juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga, dan permohonan maaf atas peristiwa yang keji dan tidak diinginkan semua pihak ini. "Hormat dan terimakasih kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami tidak berharap peristiwa ini, tetapi apa boleh buat sudah terjadi. Permohonan maaf kami kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Tuhan memberikan Kekuatan dan penghiburan kepada kita," tutupnya.
Pasca insiden tersebut, pasukan gabungan langsung melakukan pencarian dan evkuasi para korban. Suster Kristina Sampe berhasil ditemukan di jurang dalam kondisi selamat, namun penuh luka termasuk tusukan benda tajam.
Sementara, jenazah Suster Meilani juga berhasil ditemukan, namun informasinya belum berhasil dievakuasi, lantaran medan yang cukup sulit. Rencana evakuasi dilaksanakan hari ini Kamis(16/9/2021), namun gagal akibat cuaca yang buruk. Evakuasi akan dilanjutkan esok Jumat (17/9/2021).
(eyt)
Lihat Juga :