Polisi Usut Dugaan Pungli CPNS 2013 di Kabupaten Wajo
Jum'at, 10 September 2021 - 19:37 WIB
loading...
Polres Wajo mulai mengusut dugaan praktik pungli CPNS 2013 di Kabupaten Wajo. Foto/Ilustrasi/DOK SINDOnews
A
A
A
WAJO - Kepolisian Resor (Polres) Wajo mulai mengusut dugaan pungutan liar (pungli) rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 di Kabupaten Wajo.
Kasat Reskrim Polres Wajo , AKP Muhammad Warpa, mengatakan kasus itu mulai diselidiki setelah adanya surat pengaduan dari organisasi kepemudaan di Kabupaten Wajo. Laporan dugaan pungli CPNS 2013 itu diterima oleh pihak SPKT Polres Wajo.
Baca Juga: Pemkab Wajo Perjuangkan Nasib Tenaga Honorer yang Lolos Seleksi CPNS 2013
"Benar, masih berupa aduan. Sudah dalam tahap penyelidikan oleh (unit) Tipikor," ujar dia, kepada SINDOnews, Jumat (10/9).
Dugaan pungli CPNS bermula ketika sejumlah CPNS dinyatakan lulus pada 2014, lantas dimintai uang dari sejumlah oknum agar surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) diteken.
Dari pengakuan korban, nilai permintaan oknum tersebut bervariatif, Rp1-2 juta per CPNS. Warpa menyebutkan sejauh ini proses penyelidikan masih dalam tahap meminta keterangan para korban.
"Masih tahap pemeriksaan korban, sudah ada 10 (orang) lebih yang diambil keterangannya dan kita jadwalkan ulang," katanya.
Kasat Reskrim Polres Wajo , AKP Muhammad Warpa, mengatakan kasus itu mulai diselidiki setelah adanya surat pengaduan dari organisasi kepemudaan di Kabupaten Wajo. Laporan dugaan pungli CPNS 2013 itu diterima oleh pihak SPKT Polres Wajo.
Baca Juga: Pemkab Wajo Perjuangkan Nasib Tenaga Honorer yang Lolos Seleksi CPNS 2013
"Benar, masih berupa aduan. Sudah dalam tahap penyelidikan oleh (unit) Tipikor," ujar dia, kepada SINDOnews, Jumat (10/9).
Dugaan pungli CPNS bermula ketika sejumlah CPNS dinyatakan lulus pada 2014, lantas dimintai uang dari sejumlah oknum agar surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) diteken.
Dari pengakuan korban, nilai permintaan oknum tersebut bervariatif, Rp1-2 juta per CPNS. Warpa menyebutkan sejauh ini proses penyelidikan masih dalam tahap meminta keterangan para korban.
"Masih tahap pemeriksaan korban, sudah ada 10 (orang) lebih yang diambil keterangannya dan kita jadwalkan ulang," katanya.
Lihat Juga :