Warga Tolak Paket BPNT karena Nilainya Diduga Kurang dari Rp200.000
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:44 WIB
loading...
Warga Desa Belau menolak paket bantuan BPNT karena nilainya diduga kurang dari Rp200.000. Foto/SINDOnews/Joni Lembang
A
A
A
MAKALE - Sejumlah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Belau mengadu ke Ketua DPRD Tana Toraja terkait jumlah nilai bantuan sembako yang mereka terima. Pasalnya, secara kasat mata, paket sembako barang dibagikan ke masyarakat yang berhak menerima diduga nilainya kurang dari Rp200.000, sesuai besaran BPNT dari pemerintah pusat.
"Ada sekitar 30 kepala keluarga penerima manfaat di Desa Belau yang menolak paket sembako program BPNT karena nilai barangnya tidak sampai Rp200.000," ujar Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi, Sabtu(30/5/2020).
Baca Juga: 9.701 Kepala Keluarga di Bulukumba Terima Bantuan Sosial Non Tunai
Paket sembako program BPNT yang dibagikan kepada warga penerima di Desa Belau terdiri dari 10 kilogram beras, satu rak telur, tiga kaleng ikan sarden ukuran kecil dan satu kaleng ikan sarden ukuran besar.
Hitung-hitungannya, harga beras Rp10.000 per kilogram sehingga nilai bantuan beras sebesar Rp100.000. Telur satu rak berisi 30 butir harga dipasaran Rp38.000. Ikan sarden kaleng ukuran kecil Rp5000 per kaleng dikali tiga nilainya Rp16.000 dan ikan sarden kaleng ukuran besar Rp12.000.
"Nilai paket sembako BPNT jika ditotal seluruhnya diperkirakan cuma Rp165.000," kata Welem yang juga Tim Pengarah Penanganan Covid-19 Tana Toraja.
Ketua DPRD Tana Toraja tiga periode itu mengatakan jenis beras yang dibagikan ke keluarga penerima manfaat bukan jenis premium, melainkan jenis medium. Dari beberapa sampel paket beras yang ditimbang ulang, semua paket beras tidak sampai sepuluh kilo. Rata-rata hanya 9,5 kilogram saja.
"Ada sekitar 30 kepala keluarga penerima manfaat di Desa Belau yang menolak paket sembako program BPNT karena nilai barangnya tidak sampai Rp200.000," ujar Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi, Sabtu(30/5/2020).
Baca Juga: 9.701 Kepala Keluarga di Bulukumba Terima Bantuan Sosial Non Tunai
Paket sembako program BPNT yang dibagikan kepada warga penerima di Desa Belau terdiri dari 10 kilogram beras, satu rak telur, tiga kaleng ikan sarden ukuran kecil dan satu kaleng ikan sarden ukuran besar.
Hitung-hitungannya, harga beras Rp10.000 per kilogram sehingga nilai bantuan beras sebesar Rp100.000. Telur satu rak berisi 30 butir harga dipasaran Rp38.000. Ikan sarden kaleng ukuran kecil Rp5000 per kaleng dikali tiga nilainya Rp16.000 dan ikan sarden kaleng ukuran besar Rp12.000.
"Nilai paket sembako BPNT jika ditotal seluruhnya diperkirakan cuma Rp165.000," kata Welem yang juga Tim Pengarah Penanganan Covid-19 Tana Toraja.
Ketua DPRD Tana Toraja tiga periode itu mengatakan jenis beras yang dibagikan ke keluarga penerima manfaat bukan jenis premium, melainkan jenis medium. Dari beberapa sampel paket beras yang ditimbang ulang, semua paket beras tidak sampai sepuluh kilo. Rata-rata hanya 9,5 kilogram saja.
Lihat Juga :