Ingatkan Bahaya Plastik, Ecoton Bangun Museum Botol Plastik Bekas
Jum'at, 03 September 2021 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam pameran ini di bangun 4 boot utama berupa lorong botol plastik sepanjang 12 meter, menara tas kresek setinggi 6 meter, pohon plastik dan Jaring popok yang berupa jaring ikan sepanjang 8 meter yang dipenuhi sampah popok dan gelas plastik,” terang Firly.
Temuan ecoton menunjukkan, jumlah mikroplastik lebih banyak dibandingkan plankton. Prediksi UNEP tahun 2050 jumlah plastik akan lebih banyak dibandingkan ikan. Baca juga: Bungkus Daging Kurban, Masjid Istiqlal Dapat Bantuan Plastik Ramah Lingkungan
Setiap tahun Indonesia menghasilkan 8 juta ton sampah plastik dan hanya 3 juta ton yang terkelola. Sebagian besar yaitu 5 juta ton tak terurus. Sebagain dibakar, ditimbun dan dibuang ke sungai. Ada sekitar 2,6 juta ton digelontorkan ke sungai pada akhirnya berakhir ke laut.
Alumni antropologi Universitas Airlangga ini menjelaskan, bahwa Indonesia adalah kontributor sampah plastik terbesar kedua setelah China. ”Setiap tahun kita (Indonesia) menyumbang 3,2 juta ton sampah plastik ke lautan, terbanyak kedua dilevel global, China menyumbang 6,4 juta ton sampah plastik ke lautan,” kata Firly.
Untuk itu, pegiat lingkungan hidup mengajak masyarakat agar #stopmakanplastik dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai (botol air minum mineral, sachet, tas kresek, sedotan, popok dan styrofoam).
Temuan ecoton menunjukkan, jumlah mikroplastik lebih banyak dibandingkan plankton. Prediksi UNEP tahun 2050 jumlah plastik akan lebih banyak dibandingkan ikan. Baca juga: Bungkus Daging Kurban, Masjid Istiqlal Dapat Bantuan Plastik Ramah Lingkungan
Setiap tahun Indonesia menghasilkan 8 juta ton sampah plastik dan hanya 3 juta ton yang terkelola. Sebagian besar yaitu 5 juta ton tak terurus. Sebagain dibakar, ditimbun dan dibuang ke sungai. Ada sekitar 2,6 juta ton digelontorkan ke sungai pada akhirnya berakhir ke laut.
Alumni antropologi Universitas Airlangga ini menjelaskan, bahwa Indonesia adalah kontributor sampah plastik terbesar kedua setelah China. ”Setiap tahun kita (Indonesia) menyumbang 3,2 juta ton sampah plastik ke lautan, terbanyak kedua dilevel global, China menyumbang 6,4 juta ton sampah plastik ke lautan,” kata Firly.
Untuk itu, pegiat lingkungan hidup mengajak masyarakat agar #stopmakanplastik dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai (botol air minum mineral, sachet, tas kresek, sedotan, popok dan styrofoam).
(don)
Lihat Juga :