Ingatkan Bahaya Plastik, Ecoton Bangun Museum Botol Plastik Bekas

Jum'at, 03 September 2021 - 11:11 WIB
loading...
Ingatkan Bahaya Plastik,...
Museum plastik ini sebagai pengingat bahayanya sampah plastik sekali pakai. Foto/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Pegiat lingkungan hidup dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) membangun museum plastik 3F (Fish Fersus Flastik). Bahan plastik tersebut berasal dari hasil ekspedisi sungai nusantara dalam operasi pohon plastik beberapa waktu lalu.

Koordinator Pameran Museum Plastik 3F, Firly Mas’ulatul Janah, mengatakan didirikannya museum plastik ini sebagai bentuk keprihatinan atas rendahnya kesadaran warga yang tetap buang sampah plastik ke sungai dan enggannya pemerintah menyediakan sarana pengolahan sampah. Baca juga: Peduli Lingkungan, Undira Sosialisasikan Penanganan Sampah Plastik di Bogor

"Museum ini sebagai edukasi untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai yang banyak mengotori sungai-sungai Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan, kondisi pencemaran sampah plastik di sungai-sungai Jawa Timur terutama di perkotaan seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Gresik sudah tidak bisa ditolerir lagi.

Masyarakat seenaknya membuang sampah ke aliran sungai Brantas. Setidaknya ada seribu lebih lokasi timbunan sampah disepanjan Brantas, 55 persen berupa sampah plastik sekali pakai yang akan terpecah menjadi mikroplastik.

Firly mengungkapkan, untuk membangun lorong instalasi dibutuhkan 3544 botol plastik sekali pakai yang dipungut dari Kali Brantas di Jombang, Kali Wonokromo di Surabaya, kali Marmoyo di Mojokerto, kali pelayaran di Sidoarjo dan sampah plastik dari kegiatan pembersihan pohon-pohon Kali brantas yang terjerat sampah plastik.

Dalam pameran ini, pengunjung diajak menyusuri kehidupan bawah air yang menunjukkan penderitaan ikan-ikan yang hidup didasar sungai bersanding dengan sampah plastik.

"Dalam pameran ini di bangun 4 boot utama berupa lorong botol plastik sepanjang 12 meter, menara tas kresek setinggi 6 meter, pohon plastik dan Jaring popok yang berupa jaring ikan sepanjang 8 meter yang dipenuhi sampah popok dan gelas plastik,” terang Firly.

Temuan ecoton menunjukkan, jumlah mikroplastik lebih banyak dibandingkan plankton. Prediksi UNEP tahun 2050 jumlah plastik akan lebih banyak dibandingkan ikan. Baca juga: Bungkus Daging Kurban, Masjid Istiqlal Dapat Bantuan Plastik Ramah Lingkungan

Setiap tahun Indonesia menghasilkan 8 juta ton sampah plastik dan hanya 3 juta ton yang terkelola. Sebagian besar yaitu 5 juta ton tak terurus. Sebagain dibakar, ditimbun dan dibuang ke sungai. Ada sekitar 2,6 juta ton digelontorkan ke sungai pada akhirnya berakhir ke laut.

Alumni antropologi Universitas Airlangga ini menjelaskan, bahwa Indonesia adalah kontributor sampah plastik terbesar kedua setelah China. ”Setiap tahun kita (Indonesia) menyumbang 3,2 juta ton sampah plastik ke lautan, terbanyak kedua dilevel global, China menyumbang 6,4 juta ton sampah plastik ke lautan,” kata Firly.

Untuk itu, pegiat lingkungan hidup mengajak masyarakat agar #stopmakanplastik dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai (botol air minum mineral, sachet, tas kresek, sedotan, popok dan styrofoam).
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Material Kompos di Klungkung...
Material Kompos di Klungkung Tercampur Plastik, Tika Winawan Desak Pengawasan Hulu hingga ke Hilir
PGN Gelar Program Tukar...
PGN Gelar Program Tukar Sampah Plastik untuk BBG
Komitmen Pengelolaan...
Komitmen Pengelolaan Lingkungan, PGN Kelola Sampah Plastik
Pengamat: Kemasan Guna...
Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik
Inkoppas: Isu Kenaikan...
Inkoppas: Isu Kenaikan Harga Solar Berpotensi Ganggu Distribusi Bahan Pangan
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Ratusan Relawan Bersihkan Sampah Plastik di Bali
Sampah Plastik di Wilayah...
Sampah Plastik di Wilayah Pesisir Jadi Ancaman! Salaka, KEHATI, dan Nestle Bergerak
Inisiatif Hijau Ajinomoto...
Inisiatif Hijau Ajinomoto Perkuat Kesejahteraan Berkelanjutan
Dukung Pengurangan Sampah...
Dukung Pengurangan Sampah Plastik, 1.500 Takjil Dibagi dengan Kemasan Ramah Lingkungan
Rekomendasi
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved