Inkoppas: Isu Kenaikan Harga Solar Berpotensi Ganggu Distribusi Bahan Pangan
Jum'at, 10 April 2026 - 13:34 WIB
loading...
Sekretaris Umum Inkoppas Andrian Lame Muhar menyebut isu kenaikan harga solar yang menjadi ancaman nyata bagi distribusi bahan pangan. Foto/istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar ( Inkoppas ) Andrian Lame Muhar menegaskan kelangkaan plastik bukan isu utama yang mengganggu pasar rakyat saat ini. Kenaikan biaya transportasi akibat isu kenaikan harga solar yang menjadi ancaman nyata bagi distribusi bahan pangan.
“Plastik itu murah, pedagang bisa substitusi dengan daun pisang atau kertas. Tapi transportasi ini yang berat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Andrian menyebut, ongkos pengiriman minyak goreng dari Jakarta kini menembus Rp1,3 hingga Rp1,5 juta permobil, dari sebelumnya hanya sekitar Rp900.000 hingga Rp1,1 juta.
Baca juga: Harga Plastik Naik, Industri Didorong Bangun Ketahanan di Tengah Tekanan Global
"Kondisi ini semakin memberatkan jalur distribusi ke wilayah timur Indonesia, yang tidak menggunakan hubungan Jawa sehingga harganya jauh lebih tinggi," katanya.
Terkait nilai tukar Dollar yang telah menyentuh Rp17.000, Andrian menilai bahan pangan lokal relatif aman selama swasembada pangan terjaga. Yang rentan adalah komoditas impor seperti bawang putih, daging substitusi, dan gula rafinasi.
"Saat Inkoppas berdiskusi dengan Menko Pangan bahwa harga solar belum naik, cuman isu perang membuat para pengusaha logistik bersiap-siap menaikan harga. Jadi mereka sudah ada yang menaikan harga sekarang untuk transportasi dan untuk logistik itu yang agak berat, " Jelasnya.
“Plastik itu murah, pedagang bisa substitusi dengan daun pisang atau kertas. Tapi transportasi ini yang berat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Andrian menyebut, ongkos pengiriman minyak goreng dari Jakarta kini menembus Rp1,3 hingga Rp1,5 juta permobil, dari sebelumnya hanya sekitar Rp900.000 hingga Rp1,1 juta.
Baca juga: Harga Plastik Naik, Industri Didorong Bangun Ketahanan di Tengah Tekanan Global
"Kondisi ini semakin memberatkan jalur distribusi ke wilayah timur Indonesia, yang tidak menggunakan hubungan Jawa sehingga harganya jauh lebih tinggi," katanya.
Terkait nilai tukar Dollar yang telah menyentuh Rp17.000, Andrian menilai bahan pangan lokal relatif aman selama swasembada pangan terjaga. Yang rentan adalah komoditas impor seperti bawang putih, daging substitusi, dan gula rafinasi.
"Saat Inkoppas berdiskusi dengan Menko Pangan bahwa harga solar belum naik, cuman isu perang membuat para pengusaha logistik bersiap-siap menaikan harga. Jadi mereka sudah ada yang menaikan harga sekarang untuk transportasi dan untuk logistik itu yang agak berat, " Jelasnya.
Lihat Juga :