Perhimpunan Pedagang Pasar Baru Batalkan Aksi Selasa, Ini Penyebabnya
Sabtu, 30 Mei 2020 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Iwan mengemukakan, setelah ada diskusi, baik dengan pimpinan daerah, apatatur kewilayahan TNI-Polri, semua pihak saling memaklumi. PSBB proposional memiliki tahapan-tahapan. Seperti, sektor usaha kecil toko mandiri boleh buka dengan catatan menerapkan protokol COVID-19. "Untuk sektor mal dan pusat niaga itu diprioritas selanjutnya, bertahap, setelah tanggal 12 lah," ujar Iwan.
Dia menilai, sudah ada niatan baik dari pemerintah untuk merelaksasi ekonomi tapi bertahap. Di Pasar Baru, baru pedagang bahan pokok yang bisa buka.
HP2B, tutur Iwan, telah melakukan persiapan jika pada 12 Juni 2020, PSBB masih diperpanjang tapi memungkinkan pusat niaga untuk buka. Salah satu persiapannya, penerapan standar protokol COVID-19. Misalnya pembatasan pengunjung yang masuk, menyadarkan pengelola, dan pedagang agar memenuhi standar protokol COViD-19.
"Membuka pusat perniagaan sebesar Pasar Baru itu kan tidak mudah. Tidak semudah membuka lapak PKL (pedagang kaki lima) di jalan. Segala sesuatunya harus terintegrasi. Kami juga harus menyediakan ruang isolasi untuk antisipasi jika ada penderita yang ditemukan," tutur Iwan.
Iwan mengungkapkan, pembatasan pengunjung 30 persen itu juga butuh pengaturan luar biasa. "Di mana disimpannya nanti orang yang mau masuk tapi sudah penuh. Ini kan bukan pekerjaan mudah dengan 5.000 pedagang dan 10.000 karyawan," ungkap dia.
Dia menilai, sudah ada niatan baik dari pemerintah untuk merelaksasi ekonomi tapi bertahap. Di Pasar Baru, baru pedagang bahan pokok yang bisa buka.
HP2B, tutur Iwan, telah melakukan persiapan jika pada 12 Juni 2020, PSBB masih diperpanjang tapi memungkinkan pusat niaga untuk buka. Salah satu persiapannya, penerapan standar protokol COVID-19. Misalnya pembatasan pengunjung yang masuk, menyadarkan pengelola, dan pedagang agar memenuhi standar protokol COViD-19.
"Membuka pusat perniagaan sebesar Pasar Baru itu kan tidak mudah. Tidak semudah membuka lapak PKL (pedagang kaki lima) di jalan. Segala sesuatunya harus terintegrasi. Kami juga harus menyediakan ruang isolasi untuk antisipasi jika ada penderita yang ditemukan," tutur Iwan.
Iwan mengungkapkan, pembatasan pengunjung 30 persen itu juga butuh pengaturan luar biasa. "Di mana disimpannya nanti orang yang mau masuk tapi sudah penuh. Ini kan bukan pekerjaan mudah dengan 5.000 pedagang dan 10.000 karyawan," ungkap dia.
(awd)
Lihat Juga :