BI Beber Tiga Tantangan Pengendalian Inflasi di Jatim
Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:00 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur (Jatim), Difi Ahmad Johansyah menyebutkan, sejak pandemi Covid-19, komoditas di Jatim tidak mengalami gejolak harga yang cukup signifikan. Bahkan tekanan harga di periode Idul Fitri 2020 pun relatif normal, tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.
"Namun, ada tiga tantangan utama pengendalian inflasi di Jatim. Pertama, kendala distribusi pangan di tengah penerapan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disejumlah wilayah. Kedua penurunan permintaan masyarakat akibat pelemahan daya beli dan dampak psikologis penyebaran Covid-19. Hal itu berpengaruh pada potensi deflasi komoditas yang lebih dalam," katanya, Sabtu (30/5/2020).
Ketiga, lanjut dia, antisipasi dampak perpanjangan PSBB maupun kondisi new normal pasca COVID-19 terhadap stok dan akses masyarakat atas pangan.
"Kami mengapresiasi TPID Jatim yang telah mengambil berbagai langkah inovasi. Salah satunya, Lumbung Pangan Jatim. Lumbung pangan ini menjadi wadah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di Jatim," ujarnya.
Meski begitu, Difi menilai perlu ada evaluasi dan penguatan fungsi Lumbung Pangan Jatim. Sehingga dapat berjalan optimal dalam pelaksanaan tugasnya di masa yang akan datang.
"Namun, ada tiga tantangan utama pengendalian inflasi di Jatim. Pertama, kendala distribusi pangan di tengah penerapan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disejumlah wilayah. Kedua penurunan permintaan masyarakat akibat pelemahan daya beli dan dampak psikologis penyebaran Covid-19. Hal itu berpengaruh pada potensi deflasi komoditas yang lebih dalam," katanya, Sabtu (30/5/2020).
Ketiga, lanjut dia, antisipasi dampak perpanjangan PSBB maupun kondisi new normal pasca COVID-19 terhadap stok dan akses masyarakat atas pangan.
"Kami mengapresiasi TPID Jatim yang telah mengambil berbagai langkah inovasi. Salah satunya, Lumbung Pangan Jatim. Lumbung pangan ini menjadi wadah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di Jatim," ujarnya.
Meski begitu, Difi menilai perlu ada evaluasi dan penguatan fungsi Lumbung Pangan Jatim. Sehingga dapat berjalan optimal dalam pelaksanaan tugasnya di masa yang akan datang.
Lihat Juga :