Harga Cabai Hancur, Petani di Majalengka Biarkan Tanaman Kering lalu Membakarnya
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 04:03 WIB
loading...
A
A
A
“Pertama, hajatan dilarang, kedua rumah makan banyak yang tutup. Cabai ini kan larinya kesana, buat acara hajatan sama rumah makan,” kata petani Cabai lainnya, Tatang.
Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Ditelanjangi dan Dibunuh, Polisi Kantongi Bukti Kuat
Tatang menjelaskan, kondisi serupa juga sejatinya terjadi untuk jenis cabai lainnya, seperti cabai merah besar dan cabai rawit merah. Anjloknya harga Cabai-cabai di pasaran itu, jelas dia, sudah terjadi selama dua tahun, sejak tahun pertama terjadi Pandemi Covid 19.
“Tahun ini mah agak mending, tahun kemarin lebih parah harganya dari sekarang. Selama pandemi ini lahan yang ditanami cabai di sini juga berkurang dari 100 hektare menjadi hanya sekitar 50 hektare saja,” jelas dia.
“Bingung, mau gimana lagi ini teh. Karena modal sudah habis. Petani banyak milih yang nggak manen, karena kalau dipanen kan pakai ongkos lagi buat bayar orang. Ada yang didiemin, ada yang dibakar. Ada yang beralih tanam juga,” lanjut Tatang.
Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Ditelanjangi dan Dibunuh, Polisi Kantongi Bukti Kuat
Tatang menjelaskan, kondisi serupa juga sejatinya terjadi untuk jenis cabai lainnya, seperti cabai merah besar dan cabai rawit merah. Anjloknya harga Cabai-cabai di pasaran itu, jelas dia, sudah terjadi selama dua tahun, sejak tahun pertama terjadi Pandemi Covid 19.
“Tahun ini mah agak mending, tahun kemarin lebih parah harganya dari sekarang. Selama pandemi ini lahan yang ditanami cabai di sini juga berkurang dari 100 hektare menjadi hanya sekitar 50 hektare saja,” jelas dia.
“Bingung, mau gimana lagi ini teh. Karena modal sudah habis. Petani banyak milih yang nggak manen, karena kalau dipanen kan pakai ongkos lagi buat bayar orang. Ada yang didiemin, ada yang dibakar. Ada yang beralih tanam juga,” lanjut Tatang.
(msd)
Lihat Juga :