Banyak Lansia Sebatang Kara, Butuh Perhatian Khusus di Tengah Pandemi
Rabu, 25 Agustus 2021 - 14:28 WIB
loading...
Para lansia mendapatkan perhatian khusus di tengah pandemi COVID-19. Mereka harus dipastikan sehat dan menerima bantuan sosial untuk meringankan bebannya.
A
A
A
SURABAYA - Para lanjut usia (lansia) membutuhkan perhatian khusus di tengah pandemi COVID-19. Dalam situasi sulit ini, mereka harus berjuang untuk bisa hidup di tengah keterbatasan.
Salah satu contoh lansia yang tinggal sebatang kara di wilayah Sukomanunggal Surabaya. Sumirah (89), tinggal di rumah kontrakan Jalan Simojawar 1 No. 50 RT 01 RW 01, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal. Dalam situasi sulit ini, ia harus berjuang keras untuk bisa makan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo menuturkan, pihaknya mendapat informasi adanya lansia yang tinggal sendirian itu. Ia bersama jajaran kecamatan, kelurahan beserta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) langsung melakukan outreach ke rumah PPKS. Outreach dilakukan sebagai deteksi dini dan rujukan pemkot memberikan intervensi bantuan agar tepat sasaran.
Baca juga: Tiga Warga Surabaya Tertimpa Rumah Ambruk, Satu Meninggal Dunia
"Kita sudah lakukan outreach ke rumah tinggal klien Ibu Sumirah, Selasa (24/8) malam. Klien diketahui hidup sebatang kara, karena tidak memiliki anak. Sedangkan suaminya, sudah meninggal beberapa tahun lalu," kata Anang, panggilan akrabnya, Rabu (25/8/2021).
Ia melanjutkan, klien belum mendapatkan intervensi bantuan sosial. Seperti misalnya, permakanan dari pemkot maupun program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat. Sedangkan untuk layanan kesehatan, klien telah mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Salah satu contoh lansia yang tinggal sebatang kara di wilayah Sukomanunggal Surabaya. Sumirah (89), tinggal di rumah kontrakan Jalan Simojawar 1 No. 50 RT 01 RW 01, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal. Dalam situasi sulit ini, ia harus berjuang keras untuk bisa makan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo menuturkan, pihaknya mendapat informasi adanya lansia yang tinggal sendirian itu. Ia bersama jajaran kecamatan, kelurahan beserta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) langsung melakukan outreach ke rumah PPKS. Outreach dilakukan sebagai deteksi dini dan rujukan pemkot memberikan intervensi bantuan agar tepat sasaran.
Baca juga: Tiga Warga Surabaya Tertimpa Rumah Ambruk, Satu Meninggal Dunia
"Kita sudah lakukan outreach ke rumah tinggal klien Ibu Sumirah, Selasa (24/8) malam. Klien diketahui hidup sebatang kara, karena tidak memiliki anak. Sedangkan suaminya, sudah meninggal beberapa tahun lalu," kata Anang, panggilan akrabnya, Rabu (25/8/2021).
Ia melanjutkan, klien belum mendapatkan intervensi bantuan sosial. Seperti misalnya, permakanan dari pemkot maupun program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat. Sedangkan untuk layanan kesehatan, klien telah mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Lihat Juga :