Sudirman Tabur Benih Udang Windu di 1000 Hektar Tambak di Pinrang
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 13:54 WIB
loading...
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menabur benih udang windu di 1000 hektar tambah di Kabupaten Pinrang. Foto: Istimewa
A
A
A
PINRANG - Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan penaburan 30 ribu benih udang windu dan panen ikan kakap di Jampue, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Jum'at (20/08/2021).
Penaburan benin ini dilakukan bersama Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid , Anggota DPRD Sulsel, Andi Azizah Irma Wahyudiyati para unsur Forkopimda Pinrang.
Baca Juga: Kembalikan Kejayaan Udang Windu, Pemprov Sulsel Siapkan Bibit Gratis
Lokasi tambak ini berada di kawasan pengembangan budidaya udang windu 1000 hektar ramah lingkungan (Pandawa-1000). Pandawa-1000 merupakan inovasi pengembangan budidaya udang windu (penaeus monodon) berbasis kawasan (ecosystem approach to aquaculture) dan teknologi adaptif lokal pada areal seluas 1.011,6 hektar di Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang.
Hadirnya Pandawa-1000 untuk mengembalikan kejayaan udang windu Sulsel setelah redup sejak tahun 1998. Teknologi adaptif yang dikembangkan berbasis pada teknologi budidaya dengan pendekatan ramah lingkungan (ecofriendly) tanpa residu bahan kimia, pestisida, dan obat-obatan sesuai dengan standar Indonesian Good Aquaculture Practice (Indo GAP) untuk menghasilkan udang windu jenis eco-shrimp kualitas premium terbaik di Indonesia berdasarkan British Retail Consortium (BRC) yang dipasarkan ke Jepang melalui Alter Trade Japan (ATJ).
Penaburan benin ini dilakukan bersama Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid , Anggota DPRD Sulsel, Andi Azizah Irma Wahyudiyati para unsur Forkopimda Pinrang.
Baca Juga: Kembalikan Kejayaan Udang Windu, Pemprov Sulsel Siapkan Bibit Gratis
Lokasi tambak ini berada di kawasan pengembangan budidaya udang windu 1000 hektar ramah lingkungan (Pandawa-1000). Pandawa-1000 merupakan inovasi pengembangan budidaya udang windu (penaeus monodon) berbasis kawasan (ecosystem approach to aquaculture) dan teknologi adaptif lokal pada areal seluas 1.011,6 hektar di Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang.
Hadirnya Pandawa-1000 untuk mengembalikan kejayaan udang windu Sulsel setelah redup sejak tahun 1998. Teknologi adaptif yang dikembangkan berbasis pada teknologi budidaya dengan pendekatan ramah lingkungan (ecofriendly) tanpa residu bahan kimia, pestisida, dan obat-obatan sesuai dengan standar Indonesian Good Aquaculture Practice (Indo GAP) untuk menghasilkan udang windu jenis eco-shrimp kualitas premium terbaik di Indonesia berdasarkan British Retail Consortium (BRC) yang dipasarkan ke Jepang melalui Alter Trade Japan (ATJ).
Lihat Juga :