Kurang Diminati, Isolasi Apung Makassar Minim Pasien Covid-19
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kecepatan orang sembuh, turun dan kecepatan orang naik itu tidak berimbang. Saya sekarang perintahkan lurah sebagai assastment terakhir untuk membawa, satu orang tiap hari," ujar Danny.
Menurutnya minimnya tingkat hunian KM Umsini diakibatkan komunikasi lurah dengan masyarakat tidak begitu baik, membuat masyarakat enggan naik. Sehingga hal ini akan menjadi persyaratan calon lurah nantinya jika resetting telah dilakukan.
"Saya sudah perintahkan memang siapa yang mau jadi calon lurah. Satu hari satu (pasien) saya ikrarkan begitu saja," lanjutnya.
Ahli Epidemiologi Unhas Prof Ridwan Amiruddin menilai tingkat hunian hingga 900 tempat tidur seharusnya sudah penuh. Mengingat tingginya angka isolasi di Makassar.
Baca Juga: Isolasi Apung untuk Pasien Covid-19 Masih Perlu Banyak Pembenahan
"Yang isolasi di rumah masih tinggi, itu ada sekitar 30-40%. Sehingga ini menjadi tugas pemkot bagaimana memastikan masyarakat mau diisolasi di sana," katanya.
Menurutnya minimnya tingkat hunian KM Umsini diakibatkan komunikasi lurah dengan masyarakat tidak begitu baik, membuat masyarakat enggan naik. Sehingga hal ini akan menjadi persyaratan calon lurah nantinya jika resetting telah dilakukan.
"Saya sudah perintahkan memang siapa yang mau jadi calon lurah. Satu hari satu (pasien) saya ikrarkan begitu saja," lanjutnya.
Ahli Epidemiologi Unhas Prof Ridwan Amiruddin menilai tingkat hunian hingga 900 tempat tidur seharusnya sudah penuh. Mengingat tingginya angka isolasi di Makassar.
Baca Juga: Isolasi Apung untuk Pasien Covid-19 Masih Perlu Banyak Pembenahan
"Yang isolasi di rumah masih tinggi, itu ada sekitar 30-40%. Sehingga ini menjadi tugas pemkot bagaimana memastikan masyarakat mau diisolasi di sana," katanya.
Lihat Juga :